Selasa, 3 November 2009 11:50 WIB News Share :

Rhani absen jadi saksi di sidang Antasari

Jakarta– Sidang gelar saksi kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen diawali adu mulut antara majelis hakim dengan jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (3/11).

Majelis hakim menilai JPU tidak profesional karena Rhani Juliani belum datang hingga sidang dimulai. “Apakah semua saksi sudah siap? Saksi Rhani hadir?” tanya ketua majelis hakim Herry Swantoro, membuka sidang pukul 09.00 WIB di Pengadilan Negeri Jaksel.

Mendengar pertanyaan majelis hakim, JPU pun melaporkan saksi-saksi yang dibawanya. “Kami telah memanggil lima. Dua orang sudah melapor (Suparmin dan Sri Martuti), satu orang masih dijalan (Rusli), sementara dua orang belum ada kabar,” jawab JPU Cirus Sinaga. Suparmin adalah eks sopir Nasrudin, sedang Sri Martuti adalah istri pertama Nasrudin.

“Saksi Rhani kita sudah panggil tapi belum ada kabar, Yang Mulia,” lanjut Cirus.

Sementara keluarga Antasari harus menelan kekecewaannya lantaran tidak jadi melihat  sosok Rhani Juliani. Sebab Rhani  tidak hadir dalam sidang Antasari Azhar, terdakwa pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Saksi yang juga istri siri Nasrudin itu tidak enak badan.

“Surat (pemanggilan) dari JPU sudah kami terima, tapi Rhani agak kurang sehat,” ujar pengacara Rhani Juliani, Jimmy Simanjuntak.

Jimmy menyatakan pihaknya sudah memberitahu JPU atas ketidakhadiran kliennya itu. “Kalo ditanya-tanya tapi agak-agak pusing kan nggak enak. Mungkin (sidang) Kamis bisa siap,” katanya.

Akan tetapi, Jimmy memastikan Rhani tidak menderita penyakit serius. “Mungkin karena kurang olahraga saja. Dia memang biasa olahraga,” ucapnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…