Selasa, 3 November 2009 11:12 WIB News Share :

PPAPRI desak pemerintah selamatkan KPK-Polri

Jakarta– Pemuda Penerus Amanat Proklamasi Republik Indonesia (PPAPRI) mendesak pemerintah mengambil kebijakan untuk menyelamatkan institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Kami semua harus pertahankan KPK dan juga selamatkan Polri,” kata Koordinator aksi, Alfian Siregar saat melakukan orasi di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (3/11).

Alfian bersama ratusan orang yang tergabung pada PPAPRI menggelar aksi damai guna menyikapi situasi yang berkembang terkait masalah KPK dan Polri yang mengundang banyak perhatian publik.

Alfian mengatakan saat telah terjadi ketimpangan dalam memberikan keberpihakan terhadap masalah dua institusi pemerintah tersebut, padahal semua pihak seharusnya memberikan pendapat dan perlakuan yang proposional. PPAPRI juga mengimbau masyarakat memberikan kepercayaan kepada Polri untuk menyelidiki kasus yang melibatkan dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah.

Alfian juga mengharapkan Polri tidak menghentikan penyidikan dan pengungkapan kasus terhadap Bibit-Chandra agar masyarakat mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi.

“Proses ini harus terus berjalan agar jelas siapa sebenarnya yang melakukan persengkokolan,” ujar Alfian.

Sementara itu, orator lainnya, Adam Rumbaru menuturkan sebuah kelompok sebaiknya jangan memberikan opini terhadap permasalahan KPK dan Polri karena akan berdampak terhadap sikap masyarakat yang semakin apatis terhadap institusi pemerintah.

ant/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…