Selasa, 3 November 2009 13:03 WIB News Share :

Nama Kabareskrim disebut dalam rekaman

Jakarta–Nama Susno yang diduga sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji, disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan antara seseorang yang diduga Anggodo (AGD) dan mantan Jaksa Agung Muda Intelejen, Wisnu Subroto (WS).

Rekaman pembicraan yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstisusi (MK) di Jakarta, Selasa, itu membeberkan dugaan keterkaitan Susno dengan rangkaian kronologi suap kepada pimpinan KPK. Berikut isi pembicaraan yang direkam pada 30 Juli 2009  pukul 19.13 WIB:

WS  : saya juga bolak balik sudah pressing, kanapa you bohong? Nah disuari gini2 gitu loh. Tadi juga saya langsung telepon ke Kosasih, siapa yang bener keterangan?… Susno , karena ada bukti pendukung lain pasti saya bilang gitu.

Rekaman juga mengungkap keberangkatan Susno ke Singapura yang diduga untuk menemui Anggoro Widjojo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

AGD : Susno itu dari awal berangkat sama saya ke Singapore, itu dia sudah tau Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia ga usah masalahin Susno itu kan urusan penyidik Pak. yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahken untuk nyogok Chandra, itu aja.

WS : sekarang begini, dia perintah kan udah Ari denger, you denger kan sudah selesai. Dia gak ngaku kan sal.. ga anu..gitu aja

AGD : tapi kalo dia gak mbantu kita Pak, terjerumus. Dia benci sama Susno.

WS  : biarin aja. Tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno

AGD  : dipanggil cuma ditanyain aja, dipancing Susno

WS : saya sudah ingatken jgn nanti kena sasaran enggak, masuk penjara semua…udah tak gitu2in juga

AGD : Wong kita gak minta dia bohong kok Pak, kita cuma minta dia ngomong yang benar

WS : jangan main-main sandiwara utk hal yg penting ini, makanya saya telp ke Kosasih

AGD : masak dia depan Pak Wisnu, Irwan yang denger masak dia masih mau ngingkari

 

Ant/tya

PT. BPRS AL MABRUR KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…