Selasa, 3 November 2009 18:49 WIB News Share :

Kejagung siapkan sanksi untuk Ritonga dan Wisnu

Jakarta–Kejaksaan Agung akan menindak tegas Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto terlibat dalam pembicaraan telepon yang diduga rekayasa kasus pimpinan KPK.

Hal ini dilakukan jika ada rekomendasi dari Tim Pencari Fakta (TPF) berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilaksanakan. “Kalau nanti TPF memberi rekomendasi, saya akan tindak lanjut,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).

Hendarman mengatakan, pihaknya akan akomodatif terhadap TPF kasus Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Dia menjamin Ritonga dan Wisnu akan memenuhi panggilan TPF untuk diperiksa pada Kamis (5/11) mendatang.

Menurut Hendarman, pemeriksaan terhadap Ritonga dan Wisnu bisa saja dilakukan oleh bagian pengawasan intenal Kejagung. Namun dia memilih untuk menunggu kesimpulan dari TPF terkait benar tidaknya rekayasa kasus Chandra dan Bibit.

“Sekarang kan sudah ada TPF, biar sekalian diambil dulu deh. Kalau saya periksa langsung, nanti TPF memeriksa lagi. Terus nanti rekomendasinya saya A, TPF B gimana? Jadi agar tidak bahasa jawanya mindo gaweni (kerja dua kali)” jelas pria asal Klaten, Jawa Tengah, ini.

“Tapi kalau TPF tidak memberikan¬† rekomendasi?” cecar wartawan.

“Nanti saya lihat lagi. Jangan suruh saya mikir lagi sekarang,” jawab Hendarman.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…