Selasa, 3 November 2009 13:43 WIB Internasional Share :

Investor Malaysia minta 10.000 tenaga kerja terlatif Indonesia ke Vietnam


Jakarta–
Investor asal Malaysia yang berencana membangun pabrik kosmetik di Vietnam meminta 10.000 tenaga kerja terlatih Indonesia bidang konstruksi.

Direktur Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Endang Sulistyaningsih mengatakan permintaan 10.000 tenaga kerja merupakan bagian dari inisiasi dari hasil transaksi TEI 2009 yang juga menawarkan produk jasa tenaga kerja.

“Ada jumlah yang sangat besar permintaan 10.000 orang , yang minta inevstor Malaysia untuk investasi di Vietnam, akan bangun pabrik kosemetik yang merek dagangnya Indonesia,” kata Endang dalam acara konferensi pers di Departemen Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/11).

Dikatakannya investor Malaysia tersebut memerlukan tenaga kerja terlatih Indonesia karena adanya kemudahan berbahasa. Rencananya sebanyak 10.000 orang itu untuk difungsikan sebagai tenaga kontruksi dan operasional pabrik kosmetik.

Ia menambahkan dengan asumsi gaji rata-rata per bulan US$ 200-250 per orang maka jika dikalikan dengan 10.000 orang maka potensi remitansi per tahunnya  mencapai US$ 24 juta.

“Dari Pengalaman tahun lalu 80% terjadi realisasi, perkiraan tahun ini ya sekitar 50% terpenuhi realisasi permintaanya,” katanya.

Dikatakannya tenaga terlatih Indonesia memiliki kemampuan lebih bagus dari Vietnam, namun sayang faktor bahasa masih menjadi kendala. Meskipun ia berharap potensi 10.000 orang yang akan terkirim ke Vietnam akan segera teralisasikan.

“Jadi ini masih inisiasi, kita semua kita catat,” katanya.

Selain permintaan tenaga kerja terlatih ke Vietnam, dalam TEI 2009 tercatat permintaan dari negara Aljazair yaitu 800 tenaga konstruksi dan 200 tenaga terlatih sektor oil dan gas.

Permintaan juga datang dari Nigeria yaitu sebanyak 1.000 orang diantaranya untuk 550 tenaga konstruksi, 200 housekeeper, 100 orang sektor oil dan gas, 50 juru masak. Permintaan dari negara  Libia pun mencapai 150 orang untuk tenaga perawat dan lain-lain.

Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-24 Sektor jasa menjadi primadona permintaan para pembeli asing termasuk diantaranya sektor jasa tenaga kerja terampil. Departemen Perdagangan mengklaim sektor jasa dalam TEI 2009 mampu berkontribusi hingga US$ 62,4 juta dari total transaksi TEI sebesar US$ 285 juta.

Setidaknya ada 15 negara yang berminat terhadap tenaga kerja terampil Indonesia antara lain Australia, Selandia Baru, Italia, Portugal, Vietnam, Singapura, Malaysia, Sri Lanka, India, Aljazair, Mesir dan lain-lain.

dtc/isw

Lowongan Pekerjaan
SMP-SMA INSAN CENDEKIA SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…