Selasa, 3 November 2009 16:05 WIB News Share :

Gubernur Bali akui sulit berantas rabies

Denpasar– Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengaku kesulitan untuk memberantas penyakit rabies karena kurangnya peran serta dari masyarakat.

“Dana yang sudah disiapkan sekitar Rp 10 miliar dan setengahnya sudah terpakai. Semua itu tidak akan ada gunanya jika semuanya mengandalkan aksi dari pemerintah tanpa ada peran serta dari masyarakat,” katanya kepada wartawan di Sanur, Denpasar, Selasa (3/11).

Mantan Kapolda Bali itu mengatakan, untuk melakukan eliminasi anjing liar yang ada di Bali cukup sulit karena tenaga yang dimiliki sangat terbatas. “Kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun kalau hanya mengandalkan dari pemerintah, ya susah. Semuanya sayang dengan hewan, tapi kalau sudah ada gejala yang sulit, maka harus ditangani secara serius,” ujarnya.

Ia meminta, jika ada anjing yang sudah menggigit orang, maka harus segera dieliminasi. Untuk para pemilik anjing yang masih sayang dengan anjing peliharaannya, sebaiknya divaksin dan diikat atau dikandangkan saja. ia juga menegaskan bahwa seluruh pemerintah daerah sudah bergerak untuk melakukan penanganan rabies ini, baik daerah yang sudah ada korban meninggal, anjing yang diketahui terinfeksi rabies, maupun yang masih belum tertular, namun dianggap tetap menjadi ancaman untuk daerah yang bersangkutan.

“Saya mintanya kepada masyarakat begitu ada anjing langsung dieliminasi saja. Karena untuk melakukan vaksin bagi manusia itu cukup mahal sekali, satu paketnya Rp 750.000 hingga Rp 1 juta,” ujarnya.

Biaya itu belum termasuk apabila yang bersangkutan diopname dan harus diberikan obat-obatan secara lengkap. Terlebih lagi kalau sampai ada korban yang meninggal dunia. Pastika meminta kesadaran untuk masyarakat yang memiliki anjing dari pada digigit atau sampai menggigit orang lain baru dilakukan eliminasi, lebih baik sejak awal langsung dibunuh.

Hal ini karena anjing tersebar di mana-mana dan tidak ada yang bisa membatasi jalannya anjing, apalagi sampai membuatkan pagar.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…