Selasa, 3 November 2009 16:17 WIB News Share :

APBD-P Salatiga tahun 2009 direncakan defisit Rp 116 miliar


Salatiga (Espos)–
APBD Perubahan (APBD-P) Kota Salatiga 2009 direncanakan defisit hingga Rp 116 miliar. Molornya penetapan APBD perubahan ini membuat kinerja eksekutif tak maksimal dan minim program kerja baru, khususnya kegiatan barang dan jasa.

Fakta ini terungkap dalam sidang paripurna DPRD Kota Salatiga, Selasa (3/11), yang beragendakan pembacaan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan APBD Perubahan 2009.
Molornya pembahasan dan penetapan APBD Perubahan ini lantaran mundurnya proses pembentukan alat kelengkapan Dewan yang baru selesai pada September lalu. Di Kota Salatiga pembahasan APBD perubahan menjadi tanggung jawab anggota Dewan yang baru.

Dalam penyampaian pengantar nota keuangannya, Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo menyebutkan adanya kenaikan pendapatan yang direncanakan dalam APBD perubahan ini senilai Rp  21,2 miliar menjadi RP 369,4 miliar atau naik sebesar 6,1 persen dibanding APBD penetapan. Sedangkan defisit muncul lantaran kenaikan belanja dalam APBD Perubahan lebih besar dibanding kenaikan pendapatan, yakni mencapai 12,68 persen dari APBD penetapan setara Rp 54 miliar menjadi total Rp 485,6 miliar.

“Secara faktual pelaksanaan APBD perubahan waktunya kurang dari dua bulan, sehingga sangat berisiko kalau dalam APBD perubahan ini kita mengakomodasi pelaksanaan program dan kegiatan yang harus melalui proses pengadaan barang dan jasa,” papar John.

Besarnya defisit yang direncanakan ditanggapi santai oleh Wakil Ketua DPRD, M Fathurrahman. Yang perlu dikhawatirkan, menurutnya, justru pada tingkat penyerapan anggaran yang sudah dialokasikan.

kha

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…