Selasa, 3 November 2009 13:50 WIB News,Pendidikan Share :

786 ruang SD di Palembang rusak


Palembang–
Sebanyak 786 ruang sekolah dasar (SD) dan sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Palembang dalam kondisi rusak.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palembang Hatta Wazol, Selasa (3/11) mengatakan pihaknya telah mengusulkan  dana perbaikan kerusakan ruang kelas tersebut kepada pemerintah pusat untuk dianggarkan dalam dana alokasi khusus (DAK).

Menurut dia, perbaikan kerusakan ruang tersebut diperkirakan membutuhkan dana Rp 79 miliar, namun pemerintah pusat hanya mengalokasikan DAK sebesar Rp 12 miliar. DAK tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki ruang kelas SD yang rusak itu.

“Sebagian besar ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan dana perbaikan sekitar Rp 115 juta per kelas,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan merupakan bangunan tua di mana dibangun sejak 30 tahun lalu dan sama sekali belum pernah diperbaiki. Perbaikan ruang kelas tersebut tidak hanya dilakukan dengan membangun gedung tetapi juga menyediakan fasilitas lain seperti kursi dan meja serta berbagai kelengkapan kelas.

Ia berharap DAK 2010 sebesar Rp12 miliar lebih tersebut mampu mendanai perbaikan sekitar 100 ruang secara bertahap hingga tidak ada lagi ruang sekolah yang rusak di Kota Palembang. “Pada 2009 ini DAK untuk sektor pendidikan Kota Palembang hanya Rp 7,9 miliar,” jelasnya.

Penambahan DAK menjadi Rp 12 miliar lebih belum mampu menanggulangi kerusakan ruang sekolah secara menyeluruh tetapi paling tidak perbaikan bisa dilaksanakan secara bertahap.

ant/isw

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…