Senin, 2 November 2009 14:08 WIB News Share :

Ratusan warga Bogor galang cap jempol darah

Bogor– Ratusan warga Bogor, Jawa Barat, menggelar aksi cap jempol darah untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (2/11) di depan Tugu Kujang, Bogor. Aksi ini diikuti sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat, termasuk juga paranormal Ki Gendeng Pamungkas.

Para peserta aksi, termasuk masyarakat yang melintas, membubuhkan cap jempol darah di sebuah spanduk putih sepanjang sekitar 30 meter. Spanduk itu dibentangkan tepat di depan Tugu Kujang.

“Presiden harus turun tangan agar kepercayaan rakyat pada pemilu lalu tidak sia-sia. KPK harus dibela jika ada yang ingin menghancurkannya,” kata Andriyono, salah seorang dosen IPB.

Ucapan yang sama disampaikan Tiara, dokter di salah satu Puskesmas di Bogor. Wanita ini tanpa ragu-ragu ikut membubuhkan cap jempol darahnya.

“Saya tidak rela kalau ada yang mau menghancurkan KPK. Dulu waktu belum ada KPK, koruptor pada senyum-senyum,” ujar Tiara.

Di antara masyarakat yang membubuhkan cap jempol darah, hadir pula tokoh supranatural Ki Gendeng Pamungkas. Para normal yang konon piawai di bidang santet ini pun ikut membubuhkan cap jempol daragnya.

“Saya bukan mau mendukung Chandra atau Bibit. Yang saya bela adalah lembaga KPK,” tegas Ki Gendeng.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…