Senin, 2 November 2009 21:16 WIB News Share :

Pengacara Bibit dan Chandra harap TPF bukan Tim Klarifikasi

Jakarta–Tim pengacara Bibit dan Chandra mengapresiasi pembentukan tim pencari fakta (TPF) yang diberi nama Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum. TPF diharapkan dapat menjernihkan masalah, tidak sekadar tim klarifikasi semata.

“Kami optimistis tim bisa bekerja, tapi kami harus tahu dulu ini tim pencari fakta atau hanya sekadar tim klarifikasi saja. Tim ini harus bisa membuat semuanya menjadi terang,” kata kuasa hukum Bibit dan Chandra, Bambang Wijayanto di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (2/11).

Bambang berharap TPF dijadikan sebagai bukti komitmen SBY dalam penegakan hukum. Kasus Bibit dan Chandra menjadi salah satu bagian dari reformasi penegakan hukum.

“Jadi tim ini bekerja seharusnya tidak hanya untuk Chandra dan Bibit. Tim ini harus digunakan sungguh-sungguh oleh Presiden untuk melakukan reformasi penegakan hukum baik sistem dan lembaganya supaya lebih baik,” harap Bambang.

Bambang mengaku belum mengetahui bagaimana mekanisme kerja TPF. Bambang belum mau mengomentari efektivitas TPF. “Kita harus tahu tujuan tim ini apa, tugas pokoknya apa, metode kerjanya seperti apa, dan siapa orang di dalamnya,” pungkasnya.

Presiden SBY resmi membentuk tim pencari fakta (TPF). Tim ini diberi nama Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum. Tim ini akan meneliti kasus yang melibatkan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…