Senin, 2 November 2009 18:24 WIB Hukum Share :

Nama Kapolres Solo catut, pengusaha katering kena tipu

Solo (Espos)–Seorang pelaku penipuan yang mencatut nama Kapolres Solo berhasil melakukan penipuan terhadap seorang pengusaha katering.

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Informasi yang dihimpun <I>Espos<I> di Mapoltabes Solo, Senin (2/11), menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat korban Arifah Nur Sabrina, 22, Jl Muh Yamin, Serengan, mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku ajudan Kapolres Surakarta, akhir pekan lalu.

Uniknya, wilayah Poltabes Solo tidak dipimpin Kapolres, namun Kapoltabes. Ketika itu, pelaku pura-pura memesan katering untuk kepentingan dinas. Karena pelaku mengaku dari kepolisian, korban menyanggupi, apalagi pelaku mengaku uang akan segera ditransfer.

Pelaku kemudian meminta korban untuk menuju ATM agar uang bisa segera diterima. Korban menuju ATM di salah satu hotel di daerah Laweyan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat korban melakukan transaksi, pelaku memandunya.
Korban kaget karena setelah melakukan transaksi, saldo tabungannya habis. Karena telah merasa menjadi korban penipuan korban melaporkan kasus tersebut ke Mapoltabes Solo.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto menegaskan, masyarakat harus hati-hati terhadap berbagai modus penipuan termasuk dengan cara mencatut nama pejabat. “Masyarakat harus waspada. Dengan berbagai cara pelaku ini melakukan penipuan,” ungkap Joko saat dihubungi <I>Espos<I>.

Dia mengungkapkan, selain waspada, masyarakat juga harus melakukan kroscek saat ada pihak yang meminta mentransfer uang. Sebab, lanjut dia, sering ada pihak yang mencatut nama untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Jangan mudah percaya begitu saja. Harus di cek dan ricek lagi. Cek juga nomor teleponnya sehingga pelaku tidak mudah melakukan penipuan,” terang Joko.

dni

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…