Senin, 2 November 2009 13:46 WIB News Share :

Massa tandingan dukung Polri tahan Bibit-Chandra


Jakarta–
Giliran massa pendukung Polri menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri, Senin (2/11). Setelah Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) menggugat langkah Polri dengan mendukung KPK.

Mereka mendukung langkah Kapolri terus mengusut penanganan korupsi atas Bibit-Chandra. Sekitar 50 mahasiswa tersebut mengaku dari Aliansi Nasional Tindak Korupsi (Antik).

“Ini adalah langkah hukum. Bahwa akar masalahnya dari Chandra-Bibit. Maka dari itu, Polri harus mengatakan yang salah adalah salah. Tidak ada lembaga superbody,” kata korlap aksi Abdullah di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.

Sebagian mereka memakai jas almamater STIES Jakarta, sebagian lagi hanya memakai kaos saja. Tak ada poster ataupun baliho dukungan untuk Polri. Hanya sebuah spanduk kecil bertuliskan Antik.  Aksi massa yang bertolak belakang dengan aksi sebelumnya ini berjalan damai. “Kita harus dukung Kapolri,” ujar Abdullah.

Aksi ini tidak membuat kemacetan di lingkungan Mabes Polri karena massa yang jumlahnya sedikit. Polisi meminimalisasi lalu lintas dengan memasukkan mereka beraksi di jalur lambat yang telah ditutup.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…