Senin, 2 November 2009 14:05 WIB News Share :

Massa pro dan kontra KPK sama-sama serbu Mabes Polri

Jakarta–Dua massa baik yang pro maupun yang kontra terhadap kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sama-sama menyerbu Mabes Polri. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, kedua massa pun dipisahkan hingga jarak 200 meter.

Massa yang mendukung KPK mengenakan atribut dari berbagai organisasi mahasiswa seperti Gerakan Nasional Pemberantasan NU dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII). Yang menyamakan, seluruh demonstran mengenakan pita hitam di lengan kirinya.

“Kami mendukung Bibit-Chandra. Di tangan KPK, puluhan koruptor dibui,” kata Wahyu, korlap aksi dari PMII di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (2/11).

Sementara itu, massa yang mendukung Polri mengaku berasal dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GARASI). Para demonstran kubu ini tidak mengenakan atribut atau seragam apapun.

“Masyarakat tidakterjebak opini publik,” kata Korlap Garasi, Dimas H.

Namun yang menarik, beberapa orang dari kubu ini mengaku mendapat sejumlah uang saat mengikuti demo. “Lumayanlah buat makan siang,” kata seorang demonstran yang enggan disebut namanya. Peserta aksi itu juga tidak mau menyebutkan dari kampus mana dia berasal.

Sementara itu seorang demonstran lain mengaku mengikuti aksi ini karena diminta seorang temannya. “Lumayan uangnya bisa buat beli rokok,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, 500 Orang dari berbagai kelompok masyarakat menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka menuntut penyelamatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para demonstran ini terdiri dari organisasi mahasiswa, gerakan pemuda, LSM dan anggota Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak). Mereka membagi-bagikan pita hitam kepada pengendara motor dan mobil yang melalui Bundaran HI. Pita ini sebagai tanda berkabung terhadap meredupnya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Para demonstran juga membentangkan berbagai poster yang menuntut dibebaskannya Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Massa juga membawa boneka buaya hijau yang melambangkan musuh KPK.

“Publik sudah tidak bisa dibohongi lagi. Masyarakat sudah pintar untuk menilai siapa yang benar dan yang salah,” kata pengamat komunikasi Effendi Gazali di Bundaran HI, Senin (2/11).  Akibat aksi ini lalu lintas dari Jl Sudirman menuju Jl Thamrin macet. Pengguna jalan harus berjalan berlahan untuk bisa menembus kerumunan massa.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…