Senin, 2 November 2009 14:21 WIB News Share :

Laut Bengkulu tercemar limbah batu bara

Bengkulu– Perairan pantai Kota Bengkulu saat ini tercemar limbah batu bara yang diduga berasal dari kawasan penumpukan di pelabuhan Samudra Pulau Baai, Bengkulu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu Surya Gani, Senin (2/11), mengatakan, pencemaran limbah batu bara itu hendaknya cepat diatasi karena bisa mengganggu kehidupan biota laut.

Pencemaran itu tampaknya sudah berlangsung lama, namun belum ditangani serius oleh instansi terkait di Kota Bengkulu dan kabupaten lain yang sudah terkena imbas limbah tersebut.

“Sekarang belum terasa dampak dari pencemaran batu bara tersebut, karena belum ada ikan mati atau biota jenis lainnya seperti udang dan kepiting,” ujarnya.

Namun limbah itu sudah menyebar ke seluruh kawasan pantai di Kota Bengkulu dan bahkan sudah mencemari pantai di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dan perairan Kerkap, Kabupaten Bengkulu utara. Limbah batu bara itu diduga dari lokasi penumpukan akhir di kawasan pelabuhan Nusantara Pulau Baai Bengkulu dan saat memuat ke kapal melalui ban berjalan.

“Perusahaan pertambangan seakan tak mau tau, kalau batubara itu sudah masuk ke laut yang awalnya mencemari kawasan pelabuhan Pulau baai Bengkulu, kemudian dibawa arus laut ke luar alur dan menyebar ke kawasan pantai di sepanjang Kota Bengkulu,” katanya.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…