Senin, 2 November 2009 14:45 WIB News Share :

Gus Dur pasang badan penangguhan Bibit & Chandra

Jakarta--Gus Dur mengirim surat ke Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri isinya siap memberikan jaminan fisik untuk penangguhan penahanan bagi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

“Gus Dur memberi jaminan fisik, sebagai gantinya agar Polri membebaskan Bibit dan Chandra. Agar keduanya bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” jelas juru bicara Gus Dur Adhie Massardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (2/11).

Adhie, mengirimkan surat jaminan itu kepada Kapolri dan Bareskrim. Untuk itu, Gus Dur mengharapkan agar Kapolri bisa menerima permohonan tersebut. Hal ini dikarenakan perhatian Gus Dur terhadap kondisi sosial politik yang semakin memanas. sehingga Gus Dur menganggap konflik ini kontra produktif dengan pemberantasan korupsi.

Gus Dur juga mengingatkan lembaga kepolisian, di mana saat dahulu dia menjabat sebagai presiden, salah satu alasan dia mau menandatangani pemisahan TNI-Polri adalah agar bisa bekerja sama dengan KPK dan kejaksaan untuk memberantas korupsi.

“Tidak membuat blunder di mana masyarakat akhirnya yang antusias terhadap pemberantasan korupsi mulai antipati, mulai ada kecurigaan terhadap Polri dan ini tidak bagus,” katanya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…