Minggu, 1 November 2009 15:49 WIB News Share :

Orangtua bayi yang diculik tempuh jalur hukum

Semarang–Kedua orangtua bayi laki-laki yang diculik saat berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang, Mohammad Yahron,31,dan Dwi Setyowati,33, dalam waktu dekat akan menempuh jalur hukum karena tidak ada kejelasan tanggungjawab pihak rumah sakit.

Saat ditemui di rumah sakit, Minggu, Yahron mengungkapkan dirinya telah bertemu dengan Direktur RSUD Kota Semarang Niken Widyah Hastuti setelah beberapa kali gagal menemuinya.

“Ketika saya tanya mengenai perkembangan kasus penculikan anak saya, Ibu Niken menjawab kalau hal tersebut merupakan musibah dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga harus diterima dengan lapang dada,” katanya.

Selain itu,saat ditanya sampai kapan pihak rumah sakit akan mencari anak keduanya, direktur rumah sakit ini hanya mengatakan mengenai permasalahan tersebut diserahkan kepada Tuhan. Yahron mengaku sangat kecewa dan terkejut ketika mendengar pernyataan Direktur RSUD tersebut.

“Saya tidak terima dengan jawaban tersebut karena sudah jelas kalau bayi saya hilang akibat kelalaian dari siswa perawat yang sedang magang di rumah sakit ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, pasangan suami istri ini sepakat akan menuntut pihak rumah sakit dengan menempuh jalur hukum. Namun sebelumnya hal ini akan dibicarakan dulu dengan keluarga besar mereka.

“Kalau ada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bersedia membantu, kami berdua sangat gembira dan menyambut baik karena kami merasa sudah banyak dirugikan oleh pihak rumah sakit,” kata Yahron.

Mengenai kondisi kesehatan istrinya hingga saat ini, Yahron menjelaskan sudah berangsur membaik, setelah sebelumnya mengalami infeksi pada bagian luka bekas operasi caesar saat melahirkan bayi yang diculik tersebut.

“Untuk kondisi psikologis istri saya sekarang sudah lebih baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu karena ada anak pertama kami ang menghibur dengan segala tingkahnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (22/10), pasangan Muhamad Yahron  dan Dwi Setyowati, warga Dusun Bogosari RT 01 RW 03 Kelurahan Bosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, kehilangan bayi laki-lakinya yang baru berumur dua hari.

“Pada Kamis siang sekitar pukul 14:45 WIB bayi saya dimandikan oleh salah seorang bidan rumah sakit bernama Milla Nourbaita,29, kemudian digendong dan dikembalikan ke tempat perawatan bayi,” kata Yahron kepada polisi saat melaporkan kejadian tersebut ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Semarang Selatan.

Beberapa saat kemudian, bayi tersebut digendong oleh seorang siswa perawat yang sedang magang di RSUD Kota Semarang bernama Eka Laiyanatus Sifah,18, untuk dibawa ke ruang perawatan ibunya. Saat akan menuju ruang perawatan, tiba-tiba Eka dihampiri oleh seorang wanita yang mengaku sebagai saudara dari ibu si bayi dan meminta izin untuk menggendong bayi tersebut.

“Wanita itu meminta izin kepada perawat yang membawa bayi saya dan mengatakan akan membawa ke ruangan tempat istri saya menjalani perawatan,” ujarnya.

Namun setelah ditunggu-tunggu beberapa waktu, bayi laki-laki tersebut diketahui tidak dibawa ke ruangan ibunya melainkan dibawa kabur oleh wanita yang diduga merupakan anggota jaringan penculikan anak.
Ant/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…