Minggu, 1 November 2009 19:09 WIB Solo Share :

Mewarnai hidup dengan lomba mewarnai

Solo–Adakah yang lebih mengasyikkan dunia anak-anak selain bermain? Ibarat kain putih, maka demikian pulalah dunia anak-anak. Dan bermain adalah salah satu cara mereka mewarnai hidupnya. Minggu (1/11) pagi yang cerah itu, seribuan lebih anak-anak di Soloraya mencoba unjuk keberanian dalam memilih dan memainkan aneka warna pada selembar kain putih.

Mereka mungkin hanya berbekal keluguan dan keberanian ketika harus memilih warna dalam lomba mewarnai yang digelar BRI Syariah Solo di City Walk itu. Karena, lomba mewarnai bagi mereka mungkin tak ubahnya dunia permainan yang mengasyikkan. “Keberanian memilih warna, itulah yang menjadi salah satu fokus penilaian kami,” jelas panitia acara, Heru Mataya kepada Espos.

Ya, keberanian memilih warna barangkali adalah upaya mengajarkan anak-anak agar berani bersikap mandiri. Namun, keberanian bukan semata akhir dari sebuah penilain lomba mewarnai itu. Ibarat hidup, tanpa keserasian dan kerapian maka hidup akan terasa hambar. “Makanya, penilaian selanjutnya juga harus memperhatikan komposisi warna dan kerapian,” lanjut Heru.

Memang, tak semua anak-anak itu memiliki tiga syarat itu; keberanian, kerapian, dan komposisi. Java Langen Baskara, 6, salah satunya. Siswa yang masih duduk di bangku SD Warga kelas I itu tampak selalu gusar dalam memilih warna. Ayahnya yang kebetulan seorang seniman, Teguh seakan tak sabar juga melihat karya anaknya yang dia nilai belepotan tak karuan itu.

“Oalah…Le..Le…warnanya kok nggak karuan begitu,” ketus Teguh sambil menjewer pelan telinga anaknya yang sudah kebelet ingin kabur. Beruntung, putra kedua Teguh, Nawang, 4, yang masih duduk di bangku TK nol kecil punya bakat mewarnai. Hasil karya Nawang pun berulangkali diacungi jempol olehnya.

“Anak saya yang pertama memang nggak bisa melukis. Bisanya main musik. Kalau yang puteri ini sudah beberapakali menang lomba mewarnai,” bebernya.
asa

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…