Minggu, 1 November 2009 14:20 WIB News Share :

Koalisi laki-laki menolak poligami

Jakarta–Berdirinya Klub Poligami di Bandung mengundang reaksi dari sekelompok laki-laki yang memandang kelompok tersebut merupakan bentuk perendahan martabat laki-laki. Sebagai bentuk “perlawanan”, mereka membentuk Koalisi Laki-laki Menolak Poligami (Kolmi).

“Menurut kami, poligami adalah satu bentuk perendahan martabat laki-laki,” kata Fauzi, salah satu penggagas Kolmi dalam jumpa pers di Kantor Kontras Jakarta, Minggu (1/11).

Perendahan martabat tersebut, menurutnya, ditunjukkan dengan stigma yang dilabelkan sebagai manusia agresif, menang sendiri, serakah, tidak pernah puas dengan satu perempuan, tidak setia. Juga laki-laki dituduh orang yang tidak punya hati, liar, suka selingkuh, dan yang lebih parah, laki-laki dianggap sebagai manusia yang tidak bisa mengatur syahwatnya.

“Poligami merupakan upaya perendahan martabat laki-laki dan melanggar prinsip-prinsip keadilan dan kemanusian,” ujar Fauzi.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa poligami menciderai bangsa Indonesia di mata internasional. Sebab, Indonesia telah meratifikasi Convention on the Elimination All Form of Against Woman dalam UU Nomor 7 Tahun 1984, Kovenan Hak Sipil dan Politik (UU No 12/2005), serta Kovenan Hak Ekonomi Sosial dan Budaya (UU No 11/2005), yang di dalamnya menjamin hak yang sama untuk memasuki jenjang perkawinan atas dasar kesetaraan perempuan dan laki-laki.

“Yang menginisiasi ini adalah laki-laki semua. Sampai saat ini ada 12 orang dari lembaga pembela hak pribadi (LBH Apik Jakarta, PBHI, Jurnal Perempuan, JK-PKKPA). Namun, kami datang sebagai individu,” katanya.

kompas.com/tya

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…