Minggu, 1 November 2009 16:43 WIB Klaten Share :

Gunung Merapi "meletus" masyarakat berlarian

Solo (Espos)–Sejumlah kendaraan datang bergantian menuju ke Balaidesa Sidorejo, Kemalang. Masing-masing armada yang antara lain terdiri atas truk dan mobil membawa warga dari beberapa dukuh di desa tersebut. Terlihat anak-anak yang masih kecil digendong orangtuanya masing-masing.

Perempuan dan orang-orang lanjut usia (Lansia) mendominasi penumpang kendaraan itu. Usai sampai di Balaidesa Sidorejo, Tim Siaga Pasag Merapi dan jajarannya dengan sigap menolong dan membantu masyarakat Sidorejo yang akan mengungsi itu. Mereka dengan sabar menurunkan penumpang dari bak truk dengan bantuan kursi plastik.

Selain menumpang, mobil dan truk, ada pula warga yang mengendarai sepeda motor dan bergegas menuju tempat pengungsian sementara. Suara sirene yang keluar dari megaphone menambah suasana kian menegangkan. Informasi dari Kepala Desa Sidorejo, Suroso bahwa ada orang yang kecelakaan membuat keadaan semakin mencekam. Terlihat, Tim Siaga Pasag Merapi dan masyarakat yang selamat segera menolong korban yang kecelakaan dan memapahnya untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Demikian gambaran Simulasi Bencana Gunung Merapi di Tempat Pengungsian Sementara di Balaidesa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Minggu (1/11).

Sesampainya di Tempat Pengungsian Sementara, ada beberapa ruangan yang telah disediakan antara lain untuk perempuan dan anak-anak, orang Lansia serta pemeriksaan kesehatan. Petugas kesehatan pun telah siap memberikan pertolongan dan mengecek kondisi masyarakat.
Tak ketinggalan, ada pula orang-orang yang sibuk menyediakan makanan dan minuman bagi korban Bencana Gunung Merapi.

nad

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…