Minggu, 1 November 2009 20:17 WIB Boyolali Share :

705 Jiwa di Dusun Tempel terancam tanah longsor

Boyolali (Espos)–Sebanyak 705 jiwa yang berada di Dusun Tempel, Tumut, Gesikan dan Patran, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, dinilai paling rentan terdampak bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor paling mengancam, terutama saat musim penghujan.

Data tersebut diperoleh dari pemetaan dan survei oleh Lembaga Bhakti Kemanusiaan Umat Beragama (LBKUB) Boyolali. Dari survei itu pula, diketahui masyarakat yang berada di lereng Gunung Merapi itu minim pengetahuan terhadap gejala-gejala alam.

“Situasi ini mengkhawatirkan, sebab ratusan jiwa itu berada pada jarak paling dekat dari titik bencana,” ucap Kadiv Lingkungan dan Bencana LBKUB, Subekan, Minggu (1/11).

Sebagai upaya mengurangi risiko bencana, meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat Desa Jrakah dalam berdampingan dengan alam, pihaknya mengadakan program latihan Community Based Disaster Preparedness (CBDP) atau Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat dan Community Based Risk Reduction (CBRR) atau Pengurangan Risiko Berbasis Masyarakat.

Subekan menaruh harapan besar, program tersebut memunculkan kepekaan masyarakat dalam hidup berdampingan dengan alam, serta dapat mengambil tindakan taktis dan strategis ketika bencana datang menerjang.

“Namun yang masih menjadi masalah, tidak sedikit masyarakat yang sulit diajak berubah.”

Namun demikian, melalui pendekatan intensif yang dilakukan bertahap, Subekan menaruh optimisme akan mampu mengubah pola pikir masyarakat.

dwa

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…