Minggu, 1 November 2009 19:13 WIB Issue Share :

6 Grup band beradu kreasi di panggung MABG

Solo (Espos)–Kemunculan band-band indie di Indonesia semakin tak terbendung. Sayangnya tak sedikit dari mereka yang memilih mengusung lagu-lagu milik orang lain untuk menarik simpati penonton kala pentas di panggung musik.

Namun alasan klasik untuk menarik simpati penonton dengan menggunakan lagu milik band lain tidak berlaku di panggung Musik Akhir Bulan Genap (MABG). Pentas musik yang diprakarsai Taman Budaya Surakarta (TBS) tersebut selama ini telah menjadi wadah uji kreativitas bagi grup band indie yang cukup potensial.

Dalam pentas MABG ke-34, sebanyak enam grup band pun beradu nyali di Teater Arena, TBS, Sabtu (31/10) malam. Secara bergantian kelompok musik asal Solo, D’Troy Band, Krampoel Band, Holy Spirit, Taste Band, Trolley Band, serta satu grup musik asal Sumenep, Madura, Crystal Band tampil untuk memukau penonton.

Grup band anak, D’Troy mendapat kesempatan perdana untuk menjajal panggung musik yang sudah dihias dengan desain artistik. Kelompok musik yang dimotori Axel (drum), Fariska (vokal), Nuka (bass), serta Eliza (keyboard) tersebut membawakan tiga lagu andalannya. Lagu yang diproyeksikan untuk album perdana D’Troy yang akan diluncurkan tahun depan itu antara lain, Bosan, Cinta Terakhir, dan Sobat.

“Tiga lagu tadi ciptaan D’Troy sendiri. Kami lebih bangga bawain lagu milik sendiri dari pada lagu milik orang lain,” tukas drummer D’Troy, Axel kepada Espos setelah turun panggung.

Siswa SDN 1 Kleco tersebut menambahkan, grup yang ia bela bersama rekan-rekannya itu akan semampunya dipertahankan. Sejak terbentuk awal 2008 silam, D’Troy berkeinginan bisa terus menghasilkan karya-karya orisinal untuk menghibur penggemar mereka.

Koordinator acara, Max Baihaqi menambahkan, MABG selama ini sudah menjadi wadah terpercaya untuk menampung kreativitas kelompok remaja yang baru muncul. Beban karya sendiri yang harus diusung mereka pada event tersebut merupakan bentuk taste case bagi kelompok baru untuk dibina dan dapat terus bertahan di tengah maraknya grup band pendatang baru.

“Semarak mereka tak pernah padam. Dengan adanya motivasi dan dukungan dari berbagai pihak, mereka akan bisa terus berkembang dan meningkatkan kualitas bermusik,” jelas Max.

hkt

lowongan kerja
lowongan kerja indukturindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…