Sabtu, 31 Oktober 2009 01:15 WIB Solo Share :

Tanggul di Semanggi nyaris jebol

Solo (Espos)–Untuk yang kesekian kalinya, tanggul Bengawan Solo sebagai penahan banjir Kota Solo di Kelurahan Semanggi teramcam jebol. Ratusan warga di RW XXIII Semanggi bahkan sudah berancang-ancang mengungsi lantaran mereka dicekam ketakutan akan terjadi malapetaka Situgintung jilid II di kawasan mereka.

Informasi yangt dihimpun Espos, Jumat (30/10), di kawasan tanggul tersebut sudah ada tujuh rumah warga yang ambles tertelan longsoran tanggul. Bahkan, longsoran tanah tanggul terus bersusulan hingga kini dan tak henti mengikis tanggul di Bengawan Solo itu.

Saat ini, lebar dan kekuatan tanggul tersebut sangat memprihatinkan dan di sana-sini sudah terjadi longsor tak karuan sepanjang 100 meter lebih. Ketua RW XXIII, Sumardi mengaku sudah lelah menyampaikan keluhan mereka kepada Pemkot, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan instansi lainnya terkait kondisi tanggul di wilayahnya yang nyaris jebol.

“Pengurus RW sudah melayangkan surat beserta bukti-bukti foto tanggul yang longsor sejak Mei 2008 lalu dan terakhir pada Rabu (28/10) lalu. Namun, belum ada tanggapannya sama sekali,” jelasnya saat ditemui Espos di kediamannya, Jumat (30/10).

Menurut Sumardi, longsornya tanggul di wilayahnya tersebut lantaran saluran IPAL yang ditanam di bawah tanggul terjadi kebocoran. Kebocoran itulah yang membuat kekuatan tanggul berkurang lantaran air terus merembes dan menggerus dari dalam tanah.

“Petugas IPAL sudah memeriksa dan mengakui itu karena ada saluran air IPAL yang bocor dan merembes ke tanggul. Akibatnya, tanggul mudah longsor,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pribumi dalam Kuasa Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (26/10/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com.  Solopos.com, SOLO–Pada 19 juli 1913 terbit artikel berjudul Als ik een Nederlander was (Andai Saya…