Sabtu, 31 Oktober 2009 19:52 WIB Karanganyar Share :

Makan permen, belasan murid SD keracunan

Karanganyar (Espos)–Belasan murid SDN 2 Ngargoyoso, Karanganyar, Sabtu (31/10), keracunan permen cokelat. Lima korban di antaranya kini dalam perawatan intensif di Puskesmas Ngargoyoso.

Peristiwa itu baru diketahui saat mereka sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas mereka. Di tengah pelajaran, tiba-tiba mereka diserang rasa mual, mulas dan pusing.

Melihat keadaan tersebut pihak sekolah langsung memeriksakan para murid ke Puskesmas Ngargoyoso.
Menurut pengakuan beberapa siswa, mereka memakan permen produk baru yang dijual di halaman sekolahnya.

Sebelum masuk kelas, para siswa tersebut membeli permen rasa cokelat susu dalam kemasan kardus bergambar sapi yang dijajakan oleh pedagang keliling.

Wiwik Setyaningsih, 12, salah satu korban keracunan, mengaku sebelum mengkonsumsi permen kondisinya sehat-sehat saja. Hal itu juga dibenarkan oleh ibu korban, Sularni, 39, saat ditemui di Puskesmas tersebut.

“Anak saya sebelumnya sehat-sehat saja. Saat berangkat sekolah, dia terlihat bugar dan ceria,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ngargoyoso, dr Retno Sawartuti, menyebutkan korban keracunan permen yang dirawat di Puskesmas berjumlah lima orang. Mereka adalah Wiwik Setyaningsih, 12; Pujiningsih, 12; Tri Winarsih, 12; Wahyu Martiyati, 12; dan Arnasti Surati Tegal, 12.

“Setelah kelima anak tersebut diberikan pertolongan pertama penanganan keracunan dengan memberikan infus, obat penawar racun dan oksigen, kami langsung turun ke SDN 2 Ngargoyoso,” kata dr Retno.

Hasil monitoring di lapangan yang dilakukan pihak Puskesmas, pihaknya menemukan sampel permen yang diduga sebagai penyebab keracunan beberapa siswa SDN 2 Ngargoyoso.

Staf medis Pukesmas Ngargoyoso juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 11 murid yang memakan permen tersebut. Untuk sementara mereka tidak mengalami gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi permen itu, namun pihak Puskesmas masih memantau perkembangannya. Sebab, mereka sempat mengeluh pusing setelah mengkonsumsi permen itu.

“Kami telah mengirimkan sampel permen ke Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar untuk mengetahui apakah permen tersebut mengandung racun atau tidak. Selain itu kami juga melakukan pemeriksaaan terhadap siswa yang memakan permen,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsek Ngargoyoso AKP Rianto membenarkan peristiwa keracunan yang menimpa lima siswa SDN 2 Ngargoyoso.

“Pihak kami sedang menunggu hasil tes laboratorium. Bila benar permen tersebut mengandung racun dan membahayakan bagi anak-anak, kami akan mengambil tindakan yang sesuai presedur,” tegasnya, mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani.

dsp

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…