Sabtu, 31 Oktober 2009 19:57 WIB News Share :

KA Sancaka anjlok di Nganjuk

Nganjuk–Gerbong kereta api Sancaka jurusan Surabaya – Yogyakarta anjlok di perbatasan antara Kecamatan Wilangan dan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (31/10) petang.

Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun Harijono Wirotomo mengatakan gerbong kereta yang anjlok gerbong nomor tiga dari depan.

“As roda ada yang lepas, sehingga roda keluar dari rel dan anjlok,” katanya.

Ia mengatakan gerbong tersebut anjlok sekitar pukul 17.00 WIB. Pihaknya sampai saat ini masih memperbaiki dan mengembalikan roda kereta ke rel semula.

Harijono mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab lepasnya as roda dari rel.

Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Pihaknya memperkirakan as roda gerbong nomor dua dari depan (atau nomor tiga dari lokomotif) kereta api yang berangkat dari Surabaya pukul 16.00 WIB itu, dapat dikembalikan ke rel semula sekitar pukul 19.30 WIB.

Pihaknya meminta bantuan Polres Nganjuk untuk membantu memperlancar arus lalu lintas, karena akibat kejadian tersebut lalu lintas kendaraan di perlintasan kereta api antara Kecamatan Wilangan dan Bagor yakni di Desa Awar Awar, Kecamatan Bagor menjadi macet.

Ia mengatakan belum ada laporan kemungkinan jatuh korban  dalam kecelakaan kereta api di KM 129+6/7 tersebut. Pihaknya berharap tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, Briptu Imam dari Polsek Wilangan mengatakan pihaknya langsung terjun ke lokasi kejadian begitu mendapat kabar ada kereta api anjlok.

“Sampai sekarang kami berupaya membantu melancarkan arus lalu lintas kendaraan, karena kereta tersebut berada di persimpangan jalan raya,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…