Jumat, 30 Oktober 2009 19:43 WIB Hukum Share :

Rampok ber-Senpi gasak Rp 199 juta

Solo (Espos)--Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api (Senpi) terjadi di depan SMK 3 Solo di Jl Brigjen Sudiarto, Serengan, Solo Jumat (30/10) sore. Satu orang tertembak dalam kejadian itu.

Korban luka adalah pegawai perusahaan konstruksi Karsa Bayu Perkasa, Kimun, 28, warga Semanggi RT 01/RW VII Pasar Kliwon yang tertembak di bagian leher. Uang senilai Rp 199 juta yang dibawa korban digondol perampok.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, menyebutkan, kejadian bermula saat Kimun mengendarai mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi (Nopol) AD 9201 JB dari kantornya di Solo Baru, Sukoharjo menuju kantor Bank BNI di Jl Jenderal Sudirman, Solo sekitar pukul 13.30 WIB.

Di tempat tersebut, Kimun yang sendirian mengambil uang senilai Rp 393 juta yang akan dipergunakan untuk membayar gaji pegawai proyek. Sebagian uang tersebut telah ditransfer dan uang tunai yang dibawa mencapai Rp 199 juta.

Uang tersebut dimasukkan ke dalam tas dan diletakkan ke bawah jok bagian depan sebelah kiri mobil.
Korban kemudian hendak kembali ke kantornya.

Saat melintas di Alun-alun, terdapat pengendara sepeda motor Suzuki Shogun yang mengingatkan korban jika ban belakang sebelah kiri bocor dari sebelah kanan mobil korban. Namun, korban tetap memacu kendaraannya hingga Jl Brigjen Sudiarto.

Pengendara itu belum meninggalkan korban dan kembali memperingatkan jika ban mobil bocor. Korban kemudian berhenti di sebuah tambal ban tepat di dekat SMK 3 Solo. Saat itu, pelaku yang berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion mendekati mobil itu dari arah utara.

Seorang pelaku tetap berada di sepeda motor dan seorang pelaku lainnya turun dan menggasak tas yang berisi uang Rp 199 juta itu.

“Jadi tidak diam dan memberikan perlawanan. Mengejar pelaku dan sempat terjadi pergulatan,” ungkap Manajer Keuangan Karsa Bayu Perkasa, Yuniarto kepada wartawan.

Korban dan seorang pelaku sempat berebutan tas di tengah jalan dan tiba-tiba pelaku menodongkan pistol ke arah leher korban. Pelaku langsung menembakkan pistolnya tepat mengenai leher korban. Tembakan kedua juga diarahkan ke korban namun meleset dan hanya mengenai kaca mobil sebelah kiri.

Dua pelaku langsung kabur ke arah selatan. Diduga, pelaku telah menguntit korban sejak dari bank. Korban yang luka tembak di bagian leher masih sadar dan menghentikan taksi yang melintas. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Islam Kustati Solo.

“Korban kena tembakan satu kali di bagian leher. Namun, tidak ada organ atau syaraf yang kena sehingga tidak terlalu parah. Saat ini masih dirawat,” kata Yuniarto.

Seorang saksi mata, Dwi, 30, mengaku kejadian tersebut berlangsung begitu cepat dan tidak menduga terjadi perampokan. Dia mengatakan, saat terjadi tembakan, warga yang ada di sekitar lokasi kaget dan dengan cepatnya pelaku kabur ke arah selatan.

Aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian dan ruas jalan itu dari arah selatan sempat ditutup untuk sementara waktu.

Olah TKP difokuskan pada ban mobil yang bocor, bekas tembakan di kaca sebelah kiri. Selain itu, polisi juga mencari proyektil peluru di lokasi kejadian. Terlihat Wakapoltabes Solo AKBP A Marhaendra dan Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo memimpin olah TKP.

dni

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…