Jumat, 30 Oktober 2009 11:26 WIB News Share :

Polri
Tak ada penolakan kunjungan pimpinan KPK

Jakarta–Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Nanan Soekarna mengatakan tidak ada penolakan terhadap empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan menjenguk dua pimpinan KPK nonaktif, Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

“Saya kira bukan penolakan tetapi kebetulan tidak ada pejabat Polri saat itu,” ujar Nanan Soekarna di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

Sebelumnya, empat Pimpinan KPK, yakni Tumpak Hatorangan, Mas Ahmad Santosa, Waluyo dan M. Jasin mendatangi Mabes Polri, Kamis (29/10) malam, bertujuan untuk menjenguk Bibit dan Chandra.

Pengacara Bibit dan Chandra, Ahmad Rifai menuturkan para pimpinan KPK tidak mendapatkan izin untuk menjenguk dua pimpinan KPK nonaktif di gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Kadiv Humas Polri menyatakan pihaknya ingin menerima kedatangan pimpinan KPK tersebut, namun kedatangan pejabat itu bukan waktu yang tepat untuk membesuk dan ada prosedur yang harus ditempuh.

“Kalau yang datang pimpinan KPK maka harus menerima langsung adalah pimpinan Polri,” ujar Nanan.

Jenderal bintang dua itu, menjelaskan saat para pimpinan KPK tiba di Mabes Polri, hanya ada petugas piket yang tidak bisa mengeluarkan keputusan menerima pejabat lembaga pemberantasan korupsi itu.

Nanan menuturkan Polri akan membuka proses hukum sebaik-baiknya, serta menerima dan akomodatif pada siapapun termasuk kedatangan pimpinan KPK yang berencana menjenguk Chandra dan Bibit.

Terkait dengan rencana pengajuan penangguhan penahanan dua pimpinan KPK nonaktif, Nanan mengatakan hal tersebut ada prosedur hukumnya, seperti yang biasa dilakukan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…