Jumat, 30 Oktober 2009 16:56 WIB News Share :

Orang miskin bertambah gara-gara bencana

Jakarta–Jumlah orang miskin di Indonesia berpotensi bertambah karena bencana alam yang terus terjadi dalam bebrapa waktu belakangan ini. Saat ini pemerintah sedang mendata jumlah orang miskin terbaru termasuk di wilayah-wilayah pascabencana.

Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Budihardja mengatakan faktor bencana alam dan lainnya salah satu menjadi faktor bertambahnya orang miskin di Tanah Air.

“Orang miskin saat ini terjadi salah satunya karena bencana,” katanya saat  ditemui di sela-sela National Summit di Hotel Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (30/10).

Ia mengatakan jumlah orang miskin tersebut akan mempengaruhi alokasi dana pengentasan kemiskinan khususnya untuk tahun 2010 nanti. Sekarang ini pemerintah sedang melakukan pendataan kembali, mengingat selama beberapa bulan terakhir banyak bencana gempa bumi terjadi di Tanah Air.

“Sekarang datanya sedang diolah oleh daerah,” katanya.

Di tempat yang sama Menko Kesra Agung Laksono mengatakan untuk tahun depan setidaknya pemerintah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 80 triliun dalam rangka program penanggulangan kemiskinan. Dalam waktu lima tahun pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 14,1% menjadi sekitar 8-10%.

Beberapa program penanggulangan kemiskinan pada tahun depan diantaranya program kredit usaha rakyat (KUR) Rp 100 triliun dalam 5 tahun, kemudian program keluarga harapan (PKH) sekitar Rp 10-15 triliun, dan PNPM  Rp 16 triliun per tahun.

“Tahun depan kurang lebih Rp 80 triliun,” katanya.

dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…