Jumat, 30 Oktober 2009 11:19 WIB News Share :

Gerakan 1 juta Facebookers muncul dukung Chandra dan Bibit

Jakarta–Dukungan terhadap Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah rupanya tidak hanya terjadi di dunia nyata. Di dunia maya, dukungan terhadap 2 pimpinan KPK nonaktif itu juga terus bergulir.

Sebuah akun grup situs jejaring sosial Facebook yang mendukung Bibit dan Chandra tiba-tiba muncul. Grup itu menamakan diri sebagai ‘Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto.’

Dari pantauan, Jumat (30/10) pukul 06.30 WIB, sebanyak 164 pengguna Facebook telah menjadi anggota grup yang dibuat oleh dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu bernama Usman Yasin ini.

Grup ini dibuat pada Kamis (29/10) kemarin. Dalam deskripsinya, Usman memberikan pengantar untuk dibaca oleh para calon anggota.

“Mabes Polri menahan 2 pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, hari ini, Kamis 29 Oktober 2009. Terlepas dari apakah bersalah atau tidak, kita yang berada di luar sistem mungkin merasa terganggu dengan kejadian yang menimpa Chandra dan Bibit,” demikian kata Usman.

Usman menambahkan, kejadian yang menimpa Bibit dan Chandra itu juga bisa menimpa orang lain. Meski saat ini belum diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar, namun fakta membuktikan institusi Polri dan Kejagung telah gagal mewujudkan cita-cita negara yang bebas dari korupsi dan kolusi.

“Sebagai anak bangsa, kami mencintai KPK. Untuk itu mari kita dukung Chandra dan Bibit dalam grup ini. Kita namakan Gerakan Satu Juta Facebookers Dukung Chandra dan Bibit,” ajak Usman.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…