Jumat, 30 Oktober 2009 12:51 WIB News Share :

DPR
Polisi ingin selamatkan diri dari kriminalisasi KPK

Jakarta–Tindakan Polri yang menahan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto dinilai ingin memutus mata rantai hubungan KPK dengan publik. Polri dinilai ingin menyelamatkan diri atas kasus dugaan rekayasa kriminalisasi pada 2 pimpinan KPK.

“Polisi ingin menyelamatkan diri dari kejaran publik atas dugaan kriminalisasi KPK,” ujar anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR, M Nasir Jamil, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10).

Nasir yakin, Polri tidak akan menindaklanjuti kasus rekaman dugaan rekayasa pada 2 pimpinan KPK yang dimiliki pimpinan KPK. Polri ingin ingin menutup masalah itu.

Politisi PKS itu juga menilai, harusnya Polri menangguhkan penahanan Chandra dan Bibit. Sebab sejumlah pihak memberikan jaminan atas penahanan 2 pimpinan KPK nonaktif itu.

“Saya melihat polisi berniat menahan Bibit dan Chandra dalam rangka melokalisir KPK karena khawatir KPK terus membuat isu dan membuat polisi terpojok,” demikian Nasir.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…