Jumat, 30 Oktober 2009 12:46 WIB Hukum Share :

Abdul Hadi divonis 3 tahun penjara

Jakarta–Terdakwa kasus suap proyek dermaga Indonesia Timur Abdul Hadi Djamal divonis 3 tahun bui. Atas putusan tersebut, politisi PAN ini menerimanya dan berucap syukur.

“Dengan mengucap bismillah dan syukur alhamdulillah saya menerima putusan majelis hakim,” kata Abdul Hadi Djamal sambil tersedu-sedu di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (30/10).

Abdul Hadi Djamal yang mengenakan batik coklat ini nampak tenang sepanjang majelis hakim membacakan vonis. Namun, saat dinyatakan bersalah melanggar pasal 11 UU Tipikor, Abdul Hadi Djamal langsung lemas dan tertunduk.

“Ini risiko pejuang anggaran dari Indonesia Timur. Masyarakat tahu saya adalah pejuang anggaran negara Indonesia Timur. Di Indonesia timur sedikit sekali anggaran masuk,” jelasnya usai sidang.

Lalu kenapa tidak banding saja? “Ini demi saya dan ketenangan keluarga saya,” ucapnya singkat.

Abdul Hadi Djamal dinyatakan bersalah melanggar pasal 11 UU Tipikor. Hakim menilai terdakwa telah terbukti menerima suap dari pengusaha Hontjo Kurniawan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR.

Duit itu diberikan Hontjo secara berurutan sebesar US$ 80 ribu, Rp 32 juta, US$ 70 ribu, US$ 90 ribu dan Rp 54,5 juta. Semua duit itu diserahkan Hontjo kepada Hadi Djamal agar usulan proyek dermaga timur disetujui panitia anggaran DPR.

Dalam kasus ini Hontjo Kurniawan dan Darmawati Dareho (PNS Departemen Perhubungan) juga telah dinyatakan bersalah. Keduanya masing-masing divonis 3,5 dan 3 tahun.

dtc/fid

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…