Kamis, 29 Oktober 2009 13:53 WIB News Share :

Selasa, MK minta KPK serahkan bukti rekaman

Jakarta–Mahkamah Konstitusi (MK) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerahkan bukti rekaman yang beredar di media massa pada Selasa (3/11/2009) pekan depan. KPK pun meminta waktu untuk berembuk.

“Kami perintahkan kepada pihak terkait (KPK) untuk menyerahkan bukti rekaman yang beredar di media masa pada Selasa pagi, minggu depan sudah bisa diserahkan,” kata Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Abdul Mukti Fajar, dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (29/10).

Menanggapi permintaan itu, perwakilan pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, mengatakan KPK tidak akan meminta waktu lama.

“Jadi kami hanya minta berembuk berlima pimpinan KPK terkait masalah ini. Jadi kami mohon pertimbangannya,” kata Mas Achmad.

“Ini sudah menjadi perintah MK untuk menyerahkan bukti rekaman yang beredar di media massa,” timpal Mukti.

Kuasa Hukum KPK, Bambang Widjajanto, mengatakan kuasa hukum Chandra dan Bibit tidak memiliki bukti rekaman. Mereka butuh waktu untuk mencari informasi tentang transkip asli dan rekaman tersebut.

“Itu kan jawabannya sederhana dari KPK ya atau tidak untuk menyerahkan bukti rekaman itu, karena itu sangat penting karena kami tidak punya bukti rekaman,” kata Bambang.

dtc/fid

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…