Kamis, 29 Oktober 2009 18:37 WIB News Share :

Risiko kebencanaan di Jateng terus meningkat

Salatiga (Espos)–Risiko kebencanaan di wilayah-wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jateng terus mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Hal itu menyusul terjadinya kerusakan lingkungan alam yang semakin parah di daerah setempat.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jateng, Arief Zayyn, disela-sela lokakarya persiapan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Jateng di Salatiga, Rabu dan Kamis (28-29/10), menjelaskan risiko itu meliputi bencana alam dan bencana ekologi. Jika bencana alam lebih karena fenomena alam, bencana ekologi banyak dipengaruhi manusia.

“Titik bencana terus naik dan bertambah setiap tahun. Terlebih yang ekologis. Sebagai contoh, lima tahun yang lalu mungkin hanya ada beberapa daerah di Jateng yang dilanda kekeringan, tetapi sekarang semua kabupaten/kota mengalaminya,” ungkapnya ditemui wartawan, Kamis (29/10).

Dikatakan dia, bencana ekologis lebih berbahaya karena dampaknya lebih buruk dan lebih luas.

Data Walhi Jateng, hingga Maret 2009 titik kebencanaan di Jateng berjumlah sebanyak 102 dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Angka itu mengalami penambahan mencapai 10% per tahun, dari awalnya hanya 77 buah pada periode 2006-2007, lalu 85 buah di periode 2007-2008, dan Maret 2009 102 buah. Dari jumlah itu, 60% adalah titik banjir dan 40% lainnya titik rawan longsor.

Selain kekeringan, Arief memaparkan bencana ekologi juga meliputi banjir, tanah longsor, angin topan atau badai, serta bentuk-bentuk musibah lain yang timbul karena perusakan alam dan degradasi lingkungan.

try

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…