Kamis, 29 Oktober 2009 11:40 WIB News Share :

Polri segera ambil langkah konkrit sikapi instruksi SBY

Jakarta–Polisi akan segera mengambil langkah konkret menyikapi instruksi Presiden SBY untuk mengusut rekaman yang mencatut nama presiden dalam dugaan kasus rekayasa pada 2 pimpinan KPK.

Langkah konkret akan dilakukan polri agar penegakan hukum tidak menjadi bias. Seperti apa langkah konkret itu, Polri akan membeberkannya dalam jumpa pers pukul 11.00 WIB atau 12.00 WIB di Mabes Polri.

“Itu langsung oleh Pak Wakabareskrim (Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansur dan Pak Nanan (Kadivhumas Mabes Polri), pokoknya langkah jelas,” ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Hal itu disampaikan Kapolri usai pembukaan National Summit di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Kapolri juga menolak menjawab apakah Polri telah mempunyai rekaman atau meminta rekaman dugaan rekayasa pada KPK. “Nanti siang saja,” tutup mantan Kabareskrim Polri ini.

Pada Rabu 28 Oktober, SBY meminta agar rekaman ‘pembunuhan KPK’ yang mencatut namanya diusut.
“Presiden minta diusut dengan tuntas karena ini masalah serius,” kata Juru Bicara Presiden SBY, Dino Patti Djalal.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…