Kamis, 29 Oktober 2009 11:44 WIB Ah Tenane Share :

Makan dobel

2910ahtenanePeristiwa ini terjadi dua bulan lalu ketika Lady Cempluk didaulat teman-teman kantornya untuk mewakili menghadiri pernikahan salah satu teman mereka. Tak lupa pula sebuah kado pernikahan hasil patungan teman sekantor dititipkan kepadanya.
Hari Minggu pas hari-H pernikahan, ndilalah Cempluk bangun kesiangan karena semalam asyik nonton TV sampai larut. Padahal biasanya kalau mau njagong ia menghabiskan waktu satu jam. Namun saat itu Cempluk cukup dandan seadanya. Maklum, sudah pukul sembilan lebih, sementara undangan tertulis pukul 09.00 WIB. Setelah berdandan, Cempluk langsung tancap gas menuju sebuah gedung pertemuan di Jl Slamet Riyadi.
Sesampai di gedung, dengan perasaan kemrungsung Cempluk langsung mengisi buku tamu, menyerahkan kado dan duduk manis di deretan kursi belakang karena acara sudah berlangsung dan saat itu pas acara hiburan dan makan besar.
Lady Cempluk pun menyikat semua hidangan sampai habis, maklum belum sarapan. Setelah makan Cempluk baru konsentrasi ke arah pengantin dan… badala! Ternyata mantennya bukan temannya melainkan orang lain. Dan sayup-sayup Cempluk mendengar nama temannya disebut di lantai atas. Rupanya di gedung itu sedang dihelat dua pernikahan, di lantai atas dan lantai bawah.
Sadar kalau dia salah njagong, Cempluk buru-buru menghampiri mbak-mbak penunggu kado dengan tampang penuh kisinan. ”Maaf Mbak, itu kado yang paling besar mau saya ambil lagi, soalnya teman saya nikahnya di lantai atas.”
Mbaknya pun tersenyum-senyum. ”Silakan Mbak. Untung cuma kado, kalau uang sumbangan nggak bisa diambil karena kotaknya digembok.”
Setelah mengambil kado, Cempluk pun bergegas naik ke lantai atas sambil klecam-klecem sendiri. ”Mayaaan… bisa makan ndhobel…” batinnya.  Kiriman Ima, Kartotiyasan RT 04/RW IV Kratonan, Serengan, Solo.

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…