Kamis, 29 Oktober 2009 13:36 WIB News Share :

KPK tegaskan rekaman suara untuk ungkap kasus

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah jika rekaman suara kasus dugaan kriminalisasi diambil untuk menjebak pihak tertentu. Penyadapan dilakukan murni untuk mengungkap kasus.

“Taping yang dimaksud adalah tentu dengan KPK berkaitan dengan sebuah kasus yang kita ungkap,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (29/10).

Johan belum bisa memastikan kasus apa yang dimaksud. Namun, Plt Ketua KPK Tumpak H Panggabean sebelumnya mengungkapkan, rekaman diambil saat penyidikan kasus dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT).

Terkait transkrip rekaman yang beredar, Johan kembali menegaskan, pihaknya tidak membantah atau membenarkan hal tersebut. Ia juga tidak bisa memastikan apakah isi transkrip sama atau tidak sama.

“Bisa berbeda sama sekali, bisa lebih panjang atau lebih pendek,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar transkrip rekaman pembicaraan yang diduga mirip dengan pejabat penegak hukum di Kejagung dan Polri. Isi rekaman tersebut berkaitan dengan upaya merekayasa kasus 2 pimpinan KPK nonaktif, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…