Kamis, 29 Oktober 2009 13:32 WIB Internasional Share :

Korban tewas bom Pakistan jadi 105 Orang

Islamabad–Jumlah korban tewas serangan bom mobil yang menghancurkan seluruh pasar yang sedang sibuk di Peshawar, Pakistan, telah meningkat menjadi 105 orang.

“Total sudah 105 orang yang tewas. Tujuh puluh satu di antara mereka sudah dikenali. Termasuk 13 anak dan 27 wanita,” kata Dokter Zafar Iqbal kepada AFP, di Rumah Sakit Lady Reading, Kamis (29/10).

Jumlah korban tewas ini telah melampaui yang berada di luar rumah sakit.

Seorang petugas intelijen di Peshawar juga membenarkan jumlah korban tersebut.

Semula dilaporkan, ledakan bom mobil dahsyat yang mengguncang sebuah pasar yang ramai di Pakistan, Rabu, itu menewaskan 92 orang.

Serangan itu menggarisbawahi besarnya ancaman militan untuk menggoyahkan negara muslim yang berkekuatan nuklir itu.

Ledakan tersebut, yang merobohkan sejumlah bangunan di kota Peshawar, Pakistan baratlaut, terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton tiba di Pakistan untuk mendorong kerja sama kedua negara itu dalam melawan militan Taliban dan Al-Qaeda.

Beberapa dokter di Lady Reading Hospital mengatakan, banyak dari korban yang tewas adalah wanita dan anak-anak.

“Kami menerima 92 mayat dan 217 korban cedera. Sembilan-belas dari mereka yang tewas adalah wanita dan 11 orang anak-anak. Semua korban tewas warga sipil,” kata Dokter Zafar Iqbal kepada AFP.

Rumah sakit itu telah mengumumkan keadaan darurat dan meminta sumbangan darah.

Hillary, yang telah membeberkan investasi energi sebesar 215 juta dolar dan berusaha menangkal kecaman Pakistan mengenai kebijakan AS, mengungkapkan solidaritas setelah pemboman itu, salah satu serangan paling mematikan di Pakistan, dan menyerukan kemitraan baru.

Menteri AS itu mengutuk kelompok-kelompok militan yang membunuh orang-orang tak berdosa dan meneror masyarakat, dan berjanji membantu Pakistan.

“Kami akan memberi anda bantuan yang anda perlukan,” kata Hillary pada jumpa pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi, yang menekankan bahwa negaranya tetap tegas dalam memerangi mereka yang bertanggung jawab.

“Orang-orang yang melakukan kejahatan keji semacam itu ingin menggoyahkan tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami akan memerangi kalian,” kata Qureshi.

Peshawar merupakan tempat tinggal bagi 2,5 juta orang dan pintu gerbang menuju kawasan suku dimana militer sedang melakukan ofensif besar-besaran untuk menumpas Taliban.

Sebanyak 3.000 prajurit mengambil bagian dalam ofensif terhadap sekitar 10.000 hingga 12.000 militan di kawasan suku semi-otonomi yang dilanda kekacauan. Pekerja-pekerja bantuan mengatakan, lebih dari 120.000 orang mengungsi akibat pertempuran itu.

Militan yang terkait dengan Taliban dan Al-Qaida selama dua tahun ini melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri dan penyerbuan komando yag menewaskan 2.280 orang. Gelombang serangan yang dimulai pada awal bulan ini telah menewaskan lebih dari 185 orang.

Pasukan Pakistan mengklaim sejumlah kemenangan militer atas Taliban tahun ini, namun serangan-serangan terus berlangsung, sebagian besar di wilayah baratlaut.

Daerah suku Pakistan, khususnya Lembah Swat, dilanda konflik antara pasukan pemerintah dan militan Taliban dalam beberapa waktu terakhir ini.

Militer Pakistan meluncurkan ofensif setelah Taliban bergerak maju dari Swat ke Buner, ke arah selatan lagi menuju ibukota Pakistan, Islamabad, setelah Washington menyebut kelompok itu sebagai ancaman bagi keberadaan Pakistan, negara yang bersenjatakan nuklir.

Pakistan menyatakan, lebih dari 1.930 militan dan 170 personel keamanan tewas, namun jumlah kematian itu tidak bisa dikonfirmasi secara independen.

ant/fid

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…