Kamis, 29 Oktober 2009 16:41 WIB Internasional Share :

Jenazah Muntik dipulangkan ke Jatim Sabtu pagi

Kuala Lumpur–KBRI Kuala Lumpur akan membawa pulang jenazah Muntik,36, ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, Sabtu pagi, setelah polisi Malaysia selesai melakukan autopsi ulang.

Jenazah Muntik binti Hani akan diberangkatkan, Sabtu, 31 Oktober 2009, dengan menggunakan pesawat MAS MH871 pada pukul 08:15 dan diperkirakan tiba di Bandara Juanda pukul 09:55 WIB, kata Penasihat Menteri Pensosbud, Widyarka Ryananta, di Kuala Lumpur, Kamis.

“Polisi sudah memberikan izin hari ini agar jenazah Muntik bisa dibawa pulang. Kami mengurus administrasi dan transportasinya,” katanya.

Biaya pemulangan jenazah Muntik ditanggung oleh negara bagian Selangor karena majikan Muntik tinggal di sana. Salah seorang pejabat Selangor, Xavier Jayakumar (28/10), mendatangi KBRI untuk memberikan uang santunan sebesar RM5.000 untuk keluarga yang ditinggalkan. Biaya pemulangan mulai dari rumah sakit hingga ke rumah juga ditanggung Selangor.

“Kematian Muntik ini menjadi agenda rapat Menteri Selangor. Rapat itu memutuskan untuk memberikan santunan RM5000 dan menanggung biaya pemulangan jenasah dari rumah sakit hingga tiba di rumahnya,” kata Xavier.

Bantuan ini untuk menunjukan negara bagian Selangor respek dan menghormati pekerja, tanpa mengenal ras dan asal negara, katanya. 

Menurut dia, pekerja Indonesia memiliki kontribusi yang besar pada pembangunan ekonomi Selangor dan juga Malaysia. Muntik adalah pembantu yang disiksa majikannya di Malaysia beretnis India, Vanitha dan Murugan, hingga tewas.

Korban disiksa kemudian dikurung dalam kamar mandi tanpa makan. Polisi Malaysia akhirnya datang dan menyelamatkan Muntik (20/10)  setelah mendengarkan laporan dari seorang pengacara Gerald Lazarus.

Karena mengalami luka parah, Muntik langsung dibawa ke rumah sakit dan masuk ruang ICU. Namun Senin pagi (26/10) Muntik pergi untuk selama-selamanya, meninggalkan seorang suami Suparno dan tiga orang anaknya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…