Kamis, 29 Oktober 2009 17:04 WIB Solo Share :

Drainase di city walk diperbaiki

Solo (Espos)–Petugas Dinas Tata Kota (DTK) Kota Solo, Kamis (29/10) siang membongkar sebagian city walk Jl Slamet Riyadi tepatnya di depan area gerbang masuk THR Sriwedari bagian barat.

Pembongkaran susunan paving city walk dilakukan untuk memperbaiki inlet atau saluran air (drainase) yang tersumbat sedimentasi atau endapan tanah dan sampah. Inlet berupa pralon dengan ukuran sekitar enam inchi itu dipasang di bawah city walk saat pembangunannya tahun lalu.

Staf Bidang Kawasan Cagar Budaya DTK Solo, Joko Supriyanto yang memimpin pembongkaran city walk saat ditemui Espos memperkirakan, pemasangan inlet baru akan rampung dalam waktu beberapa hari mendatang. “Setelah kami cek diketahui, sudah ada saluran air yang dipasang di city walk. Tapi dikarenakan tertutup sedimentasi, saluran pipa ini tidak berfungsi dan menyebabkan munculnya genangan air selepas hujan,” ujarnya.

Joko menjelaskan, inlet lama akan diganti menggunakan pralon dengan ukuran lebih besar sekitar 12 inchi. Di bagian ujung pralon akan dipasang saringan air atau kisi-kisi. Langkah tersebut dimaksudkan supaya yang masuk ke saluran hanya air, tidak termasuk endapan tanah dan sampah. “Pengerjaan kami lakukan hari ini. Pekan ini juga kami targetkan selesai supaya persoalan genangan air tidak berkepanjangan,” imbuhnya.
kur

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…