Kamis, 29 Oktober 2009 17:21 WIB News Share :

DPR dan Presiden sebaiknya tegur pejabat Polri yang arogan

Jakarta–Penahanan pimpinan KPK M Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto dinilai sebagai bentuk arogansi yang ditunjukkan oleh oknum pejabat Polri. DPR dan Presiden diminta menegur oknum itu.

“Ini jauh dari semangat Polri sebenarnya dan akan merusak citra Polri. Kita berharap DPR dan Presiden sebaiknya menegur pejabat Polri yang arogan ini,” ujar Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengomentari penahanan Bibit dan Chandra saat dihubungi, Kamis (29/10).

Neta menilai langkah Polri yang memutuskan untuk menahan Bibit dan Chandra ini jauh dari semangat Polri sebenarnya. Tuduhan yang ditujukan kepada keduanya tidak jelas.

“IPW melihat ini sebagai ulah pejabat oknum Polri yang arogan. Padahal tuduhan pasal-pasal yang dituduhkan ke Bibit dan Chandra selama ini tidak jelas,” imbuh Neta.

Terkait alasan penahanan yang dikemukakan Polri untuk menahan Bibit dan Chandra, Neta menilai alasan itu tidak pas. Sebab selama ini keduanya sangat akomodatif dengan cara melakukan wajib lapor sebagai tersangka.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…