Rabu, 28 Oktober 2009 18:54 WIB Boyolali Share :

Realisasi pengembangan Adisoemarmo belum dipastikan

Boyolali (Espos)–Realisasi pengembangan Bandara Adi Soemarmo Solo yang memakan sebagian lahan dan bangunan di Desa Dibal dan Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, hingga kini belum dapat dipastikan, karena masih terkendala pembebasan lahan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I, Bambang Darwoto, mengatakan hingga kini proses baru sampai tahap pembebasan lahan.

Kendala di lapangan, kata ia, sebagian besar warga pemilik lahan atau bangunan meminta ganti rugi di atas harga umum pasaran di daerah setempat.

“Ini yang masih menjadi kendala dan menyulitkan,” katanya, ditemui seusai menyerahkan bantuan 30.000 pohon di objek wisata Tlatar, Boyolali, Rabu (28/10).

Agar rencana perluasan segera terealisasi, Bambang meminta warga tidak mematok ganti rugi terlalu tinggi.
Sementara ketika disinggung besaran anggaran yang disiapkan untuk proyek perluasan bandara, ia tidak menjawab secara jelas.

Lebih lanjut Bambang menguraikan, pengembangan Bandara Adi Soemarmo telah lama direncanakan. Menurut rencana, panjang lintasan bandara internasional itu akan ditambah menjadi 300 meter.

“Ini perlu dilakukan agar pesawat dari luar negeri yang rata-rata berbadan lebar dapat langsung mendarat,” katanya.

Sementara di lapangan, diketahui masih terdapat data hasil pengukuran tanah dan bangunan yang tidak akurat. Warga meminta pihak terkait segera turun ke lapangan membenahi kekeliruan.

dwa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…