Rabu, 28 Oktober 2009 17:10 WIB Boyolali Share :

Perampok gasak perhiasan di Boyolali

Boyolali (Espos)–Aksi perampokan terjadi di RT 1/VIII Dusun Menjing, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (27/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Perampok menyatroni rumah bersalin Noris. Dalam aksi tersebut, pelaku membawa kabur sejumlah perhiasan dan telepon genggam dengan total senilai Rp 3,5 juta.

Informasi Espos menyebutkan, kejadian bermula ketika rumah bersalin milik Bidan Noris, 38, ditinggalkan penghuninya. Di rumah tersebut hanya ada seorang pembantu bernama Wiji, 55, yang dipercaya membersihkan rumah dan membereskan pekerjaan dan puteri Noris bernama Kristi, 2.

Saat ia sibuk membersihkan rumah, mendadak pintu diketuk dari luar. Setelah pintu dibuka, dari balik pintu muncul tamu laki-laki. Menurut pengakuan Wiji, laki-laki yang belum dikenal itu mengaku hendak memeriksakan kehamilan sang istri.

Namun tak lama berselang, tiba-tiba pelaku memukul korban hingga terjerambab ke lantai.

Korban kesakitan menyebabkan tak mampu berteriak meminta tolong. Hal ini membuat pelaku leluasa memedayai korban. Pelaku segera memereteli kalung dan dua anting-anting yang melekat di tubuh korban.

Belum puas, pelaku juga merampas kalung yang melingkar di leher Kristi. Bocah di bawah lima tahun itu pun terdiam ketakutan.

Tidak hanya itu, pelaku juga menyikat sebuah kalung seberat 10 gram dan liontin seberat empat gram dari dalam lemari dan membawa kabur sebuah telepon genggam yang diletakkan di atas meja.

Setelah berhasil, pelaku segera kabur mengendarai sebuah sepeda motor warna biru yang tidak diketahui jenisnya. Sesaat kemudian, saksi bisa berdiri dan berteriak meminta tolong ke rumah tetangga terdekat.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Ngempak, AKP Ahmad Yani membenarkan kejadian tersebut. Setelah mendapat laporan, sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan petugas,” katanya, Rabu (28/10).

dwa

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…