ibnusyina13.blogspot.com
Rabu, 28 Oktober 2009 19:35 WIB Solo Share :

Pemkot bisa gandeng konglomerat Solo untuk konservasi Masjid Agung

Solo (Espos)–Elemen masyarakat Kota Bengawan menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dapat menggandeng para pengusaha atau konglomerat untuk merealisasi rencana konservasi Masjid Agung Solo.

Langkah tersebut dapat dilakukan bila sokongan dana dari pemerintah pusat belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini. Pasalnya konservasi masjid kebanggaan wong Solo tersebut mendesak direalisasi mengingat kerusakan di beberapa bagian bangunan.

Seperti disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Pasar Kliwon, Drs HM Sungkar saat dihubungi Espos melalui ponselnya, Rabu (28/10). “Gandeng pengusaha besar untuk perbaiki Masjid Agung. Langkah ini bisa menakan dana yang dibutuhkan. Misalnya pengusaha Hasyim Djoyohadikusumo yang juga mencintai benda cagar budaya (BCB) termasuk Masjid Agung,” ujarnya.
Sungkar yakin, cukup banyak pengusaha sukses yang bisa digandeng Pemkot untuk mengkonservasi Masjid Agung. Asalkan, lanjut dia, ada penghargaan yang diberikan kepada para pengusaha tersebut seperti pencantuman nama dalam prasasti masjid. “Penggalangan dana bisa juga langsung kepada masyarakat Solo. Saya yakin banyak warga yang bersedia menyumbang. Seperti kenalan saya kepala desa (Kades) di Colomadu yang siap menyumbang dana,” imbuhnya.

kur

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…