Rabu, 28 Oktober 2009 17:13 WIB Solo Share :

Pangdam
Korem wajib bentuk pasukan reaksi cepat

Solo (Espos)–Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Jawa Tengah, Mayjen TNI Haryadi Soetanto memerintahkan kepada Korem di Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk membentuk pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam, minimal satu kompi. Perintah Pangdam itu sebagai langkah preventif penanggulangan bencana alam mengingat mulai masuk musim penghujan.

Pangdam memprediksi wilayah-wilayah yang rawan bencana alam di Jateng meliputi, Cilacap, daerah Pantura, Yogyakarta dan Klaten, karena daerah-daerah itu merupakan daerah patahan bumi. Selain itu Kabupaten Magelang dan Sleman dinilai Pangdam juga rawan bencana, karena ada gunung berapi, serta wilayah Banyumas rawan bencana tanah longsor.

“Di setiap wilayah yang ada potensi bencana alam, maka satuan-satuan di wilayah itu wajib menyiapkan minimal satu kompi satuan untuk pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana, tanpa diminta pemerintah daerah setempat atau kepolisian. Satuan itu harus turun untuk membantu meminimalisasi korban akibat bencana alam. Seperti Korem 074/Warastratama, Korem di Yogya (Yogyakarta-red), Purwokerto atau Salatiga pada hakekat berkewajiban membuat maping (pemetaan-red) wilayah-wilayah mana yang rawan bencana alam, sehingga bisa menyiapkan tindakan antisipastif awal terjadinya bencana alam,” tegas Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Haryadi Soetanto.

Menurut Haryadi, satuan-satuan itu harus dilatih mulai saat ditentukan tempat penampungan pengungsi, dapur lapangan, dan sebagainya. Bencana alam itu, kata dia, ada yang bisa diprediksi seperti gunung meletus dan ada pula yang tidak bisa diprediksi, seperti gempa bumi dan sebagainya.

Lembaga yang bertanggung jawab memberikan informasi tentang adanya bencana, lanjutnya, harus menentukan status bencana, apakah siaga I, siaga II dan seterusnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…