Rabu, 28 Oktober 2009 18:04 WIB Haji Share :

Ditengarai promosi, KBIH asal Brebes ditegur

Boyolali (Espos)–Sebanyak 135 jemaah calon haji (Calhaj) Kloter 14 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendapatkan teguran oleh Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo Solo, Selasa (27/10).

Hal itu dipicu oleh ulah jemaah Calhaj sendiri yang hingga menjelang pemberangkatan ke tanah suci Mekkah mereka tak kunjung mengenakan seragam khas jemaah haji Indonesia yang berwarna biru muda itu. Sebaliknya, mereka malah dengan mengenakan seragam hijau tua dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) daerah asal mereka. Kondisi ini jelas membikin kesal PPIH dan seketika KBIH yang mendampingi dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Sejak memasuki asrama haji maupun selama di tanah suci hingga kembali lagi ke tanah air tidak boleh membawa bendera dan atribut KBIH lainnya. Yang boleh adalah seragam warna biru muda,” papar Sekretaris PPIH, H Abdul Choliq kepada wartawan, Rabu (28/10).

Kepala Humas PPIH Adisumarmo, Muhammad Saidun menjelaskan, kebijakan tersebut mengacu pada pemerintah melalui surat edaran Dirjen Penyelenggara Haji da Umroh Depag Pusat yang melarang jemaah haji menonjolkan KBIH. Hal itu dimaksudkan agar tak lagi terjadi dominasi jemaah haji kelompok tertentu karena pemerintah sudah memperlakukan sama.

“Pelanggaran atas kebijakan ini ialah pencabutan izin operasional KBIH setelah diingatkan dan ditegur ternyata tak juga digubris,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…