Rabu, 28 Oktober 2009 13:50 WIB Sport Share :

Agassi akui gunakan obat terlarang methamphetamine kristal

London–Petenis kondang Andre Agassi mengakui ia pernah diperiksa positif menggunakan obat terlarang selama menekuni karirnya, namun ia berdusta kepada pejabat yang memeriksanya untuk menghindari hukuman, demikian dilaporkan Rabu. 

Agassi, salah satu petenis besar dunia dengan karir delapan gelar grand slam, mengakui dalam otobiografinya bahwa ia pernah dinyatakan positif menggunakan obat perangsang jenis methamphetamine kristal.

Sang juara itu, kini berusia 39 tahun, juga menyatakan bahwa ia selalu secara rahasia membenci tenis dan hidup dalam ketakutan karena watak buruk dan kasar ayahnya. Dalam buku riwayat hidup itu, pernah dimuat secara bersambung dalam koran The Times, Agassi menceritakan ketika ia menenggak obat jenis kristal itu pada 1997 ketika penampilannya di lapangan menurun dan ia khawatir dengan rencana masa depan perkawinannya dengan artis Amerika Serikat, Brooke Shields.

Ia berhasil mengelabui Asosiasi Tenis Profesional (ATP) sehingga mempercayai bahwa ia tidak sengaja meminum obat terlarang itu. Bila ia dinyatakan bersalah, maka berdasar hukum di AS ia akan dipenjaga selama lima tahun. Masa depan dan karir Agassi akan hancur bila hasil pemeriksaan positif itu diumumkan kepada publik. 

Dalam buku itu disebutkan, Agassi bercerita ketika ia suatu saat duduk di rumah bersama pembantunya dan ia mulai mengenal obat terlarang itu. 

“Obat itu diletakkan di meja tempat saya ngopi. Slim (pembantu) memotong obat itu dan saya mengendusnya. Ia memotong lagi dan saya mengendusnya lagi. Kemudian saya merasakan pikiran saya kembali seperti semula seolah sudah menyeberangi jalan panjang,” katanya. 

“Ada perasaan menyesal, disusul rasa sedih mendalam. Kemudian seperti ada air pasang yang menimbulkan rasa gembira dan menyapu semua kepedihan dan pikiran negatif di kepala saya. Saya tidak pernah merasakan hal seperti itu, saya tidak pernah merasakan tenaga seperti itu,” katanya. 

“Saya merasakan keinginan besar untuk bersih. Saya berkeliling rumah dan membersihkan segalanya dari atas ke bawah. Saya bersihkan perabotan rumah. Saya bersihkan kamar tidur saya,” ungkapnya. 

Pada tahun yang sama ia menerima telepon dari dokter yang bekerja untuk ATP, memberitahukan bahwa ia gagal dalam pemeriksaan–dan ketika itu ia seharusnya menerima hukuman tiga bulan akibat perbuatannya itu. 

“Nama saya, karir saya, semuanya kini dalam masalah. Apapun yang sudah saya capai selama ini, apapun yang sudah saya kerjakan selama ini, dalam waktu seketika tidak akan berarti apa-apa. Dalam beberapa hari saya hanya terduduk di kursi, kemudian mengarang surat dan mengirimkannya kepada ATP. 

“Kemudian disusul dengan wawancara bohong. Saya mengatakan, Slim, yang kemudian saya pecat, adalah pengguna obat terlarang dan ia selalu mencampur soda dengan meth, hal yang memang benar. Kemudian saya berbohong, dengan mengatakan suatu hari saya secara tidak sengaja menenggak minumannya. Saya meminta pengertian pemeriksa bahwa hal itu tidak disengaja.” 

“Tentu saja saya merasa amat malu. Saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwa bohong itu merupakan yang terakhir.” 

“ATP menghentikan penyelidikan mereka dan menutup kasus itu,” demikian isi buku itu seperti dikutip dalam koran. 

Pada 1997, Agassi menarik diri dari Prancis Terbuka dan peringkatnya turun ke urutan terburuk. 

Namun ia mencoba memperbaiki karirnya pada 1998, ketika dalam satu musim itu masuk dalam peringkat 10 besar sebelum memenangi Prancis Terbuka musim berikutnya. Ia menempati urutan pertama dunia pada 1999 setelah tampil di Amerika Serikat Terbuka. 

Salah satu hal menarik pada lanjutan kisah hidup petenis itu, Agassi akhirnya menikah dengan mantan petenis nomor satu dunia putri, Steffi Graf. 
Ant/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…