forum.pasarsolo.com
Selasa, 27 Oktober 2009 18:58 WIB Karanganyar Share :

Warga tolak pembangunan pipa PDAM

Karanganyar (Espos)–Warga Dusun Tlobo, Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso menolak rencana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karanganyar membangun jaringan pipa baru yang direncanakan akan memanfaatkan sisa debit air di penampungan pertama Dusun Tlobo.

Dari informasi yang dihimpun <I>Espos<I>, sisa debit air itu merupakan tumpahan dari penampungan pertama sumber air Gumeng, Jenawi, yang selama ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh PDAM. PDAM sendiri, sebelumnya sudah mengambil separuh debit tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih sejumlah masyarakat di Kecamatan Kerjo.

Penolakan ini, disampaikan Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo, disebabkan karena warga di sekitar Dusun Tlobo itu kerap memanfaatkan sisa atau tumpahan air itu untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan air petani.

“Warga minta agar sisa air tidak diminta PDAM. Mereka khawatir, jika air tersebut diminta PDAM, maka petani tidak akan mendapatkan air lagi untuk mengairi sawah mereka,” tutur Rohadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/10).

Selama ini, lanjut Rohadi, tumpahan air di penampungan Tlobo itu bisa mengairi sawah di tiga wilayah, yakni Tlobo, Melikan dan Tanggal. Rohadi mengatakan, jika PDAM mengambil tumpahan air tersebut, maka PDAM harus mencari sumber air pengganti.

“Tetapi, saat usulan itu disampaikan, warga tetap menolak. Alasan yang disampaikan warga, PDAM sebelumnya tidak pernah melakukan sosialisasi.”

Sementara itu, Direktur PDAM Karanganyar, Aris Wuryanto membenarkan adanya persoalan tersebut. Keberatan yang diajukan warga Tlobo menjadi kendala bagi PDAM untuk merealisasikan proyek pembukaan jaringan penyedia air bersih dari pemerintah pusat. Aris mengatakan, jaringan pipa PDAM baru tersebut direncanakan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat se-Kecamatan Kerjo.

haw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…