blog.vendyway.com
Selasa, 27 Oktober 2009 22:14 WIB Sragen Share :

Ratusan guru honorer resah tunjangan fungsional belum cair

Sragen (Espos)–Ratusan guru honorer di wilayah Kabupaten Sragen tergabung dalam Forum Guru dan Pegawai Tidak Tetap (FGPTT) semakin waswas dan resah menyusul jatah tunjangan fungsional selama tujuh bulan terakhir hingga kini belum cair.

Jatah tunjangan senilai Rp 200.000 per bulan itu belum diterima terhitung sejak April hingga Oktober tahun 2009 ini.

Ketua FGPTT Sragen, Eko Warsono kepada Espos Selasa (27/10) mengatakan, biasanya tunjangan fungsional tersebut sudah bisa dicairkan per tiga bulan sekali.

Namun kali ini hingga menginjak bulan ketujuh, lanjutnya, tunjangan fungsional itu belum bisa dicairkan juga.

“Kami tidak tahu alasannya mengapa belum cair. Padahal pencarian tiga bulan pertama lalu lancar. Kalau bisa kami berharap tunjangan tersebut bisa segera turun karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Eko menyebutkan selama tahun 2009 ini para honorer baru menerima tunjangan fungsional senilai Rp 600.000 yang merupakan rapelan pembayaran untuk tiga bulan pertama, yakni Januari-Maret 2009. Namun untuk periode April hingga Oktober ini, kata dia, belum ada kepastian mengenai pencairan tunjangan tersebut.

Berdasarkan catatan yang ada, dia mengatakan untuk Kabupaten Sragen, jumlah penerima tunjangan fungsional tercatat sebanyak 875 orang. Terdiri atas 789 guru TK/SD dan 86 guru SMP. Sementara untuk honorer pengajar tingkat SMA/SMK, ada sekitar 734 orang yang tahun ini masuk daftar penerima.

isw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…