Selasa, 27 Oktober 2009 19:43 WIB News Share :

Menpora akan revitalisasi gerakan pramuka

Jakarta–Menpora Andi Alfian Mallarangeng mengatakan, ia ingin memfasilitasi dan merumuskan revitalisasi gerakan pramuka sehingga gerakan ini kembali bergairah.

“Salah satu pesan Presiden adalah revitalisasi gerakan kepanduan,” kata Andi Mallarangeng di sela acara pemberian penghargaan bagi pemuda berprestasi dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2009, di Jakarta, Selasa.

Andi mengatakan, saat ini ada kesan bahwa kegiatan pramuka “jadul” (kuno), tidak keren, dan tidak menarik. “Padahal gerakan pramuka sangat luar biasa untuk pengembangan jati diri anak muda,” katanya.

Ia mengatakan, gerakan pramuka mengajarkan tolong-menolong, nasionalisme, saling menghargai, melatih kepemimpinan, serta melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat.

Bahkan, katanya, kegiatan “outbound” atau kegiatan luar ruang yang kini banyak dilakukan berbagai perusahaan untuk melatih kerjasama dan kepemimpinan sebenarnya adalah latihan atau kegiatan yang dilakukan pramuka.

Untuk melakukan revitalisasi gerakan pramuka tersebut, kata Andi, akan dilakukan pembicaraan dan duduk bersama dengan kwartir nasional gerakan pramuka. Andi mengatakan, pada waktu sekolah ia juga ikut gerakan pramuka dan ia merasakan manfaatnya hingga saat ini.

Andi mengatakan, merumuskan revitalisasi gerakan pramuka merupakan salah satu program kerjanya. Namun ia mengatakan, revitalisasi tidak mungkin dilakukan dalam jangka waktu 100 hari namun berkelanjutan.

Gerakan Pramuka dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 238 tahun 1961, yang merupakan peleburan dari puluhan organisasi kepanduan. Gerakan Pramuka mengemban misi utama sebagai wadah pembinaan watak dan kepribadian generasi muda.

Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengatakan, pramuka membutuhkan paradigma baru, yakni sebagai organisasi yang memiliki keunggulan kompetitif bagi pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Ia mengatakan, gerakan pramuka perlu meningkatkan citra di masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. “Ada kesan bahwa pramuka itu hanya main-main,” ujar Azrul.

Ia mengatakan, gerakan pramuka tidak dipandang penting bagi masyarakat karena tidak jelasnya kegiatan pramuka saat ini. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak banyak tahu tentang kegiatan tersebut.

Azrul mengatakan bahwa pramuka akan melakukan perbaikan dari sisi organisasi dan sistem pendidikan sehingga setiap kegiatannya dapat dirasakan secara nyata. 
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…