Selasa, 27 Oktober 2009 19:56 WIB News Share :

Lima korban tanah longsor dimakamkan bersamaan

Pati–Lima orang korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, dimakamkan secara bersamaan di pemakaman umum desa setempat, Selasa siang, sekitar pukul 12:00 WIB.

Kelima korban tersebut, yakni Kuntini (istri Sutar), Sutikno (putra Kuntini), Suprihati dan Narti menantu Kuntini, serta Pungki siswi yang masih duduk di bangku SMP (cucu Kuntini). Sebelum dimakamkan, jenazah korban tanah longsor pada Senin (26/10) malam itu, terlebih dahulu dilakukan ritual keagamaan yang dipimpin oleh pemuka agama setempat.

Selanjutnya, kelima jenazah tersebut dibawa ke makam Desa Kedungwinong yamg berjarak sekitar 200 meter dari kediaman para korban meninggal.

Kelima jenazah korban longsor dimakamkan secara berjajar, sehingga mudah dikenali. Nur Kholis, pemuka agama setempat yang memimpin pemakaman, meminta kepada para pelayat ikut mendoakan kelima jenazah agar amal ibadahnya diterima Allah dan semua dosa-dosanya diampuni Allah.

Setelah berdoa bersama, semua pengantar jenazah dan keluarga korban secara bergantian melemparkan tanah sekepal tangan sambil diiringi doa ke arah makam kelima korban tanah longsor sebagai dukungan doa.

Menurut warga sekitar, Suwandi, peristiwa tanah longsor terjadi Senin (26/10) malam, sekitar pukul 22:00 WIB, diawali dengan suara gemuruh dan hujan yang cukup deras.

“Setelah itu, terdengar suara benturan benda keras,” ujarnya.

Saat mendatangi lokasi kejadian, katanya, tiga rumah warga RT 5 RW 1 mengalami rusak parah karena tertimpa longsoran tanah kapur dan batu yang berukuran besar dari perbukitan tanah kapur di belakang rumah.

Ketiga rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah yakni, milik Karwoto, Sutar, dan Kuntini, merupakan satu keluarga.

Ia mengatakan, beberapa korban meninggal yang masih satu keluarga itu, saat kejadian ada yang sedang menonton televisi, beberapa orang di antaranya sedang tidur. Akibatnya, saat bukit tanah kapur di belakang rumah para korban mengalami longsor, kelima orang korban tidak mampu menyelamatkan diri.

“Hanya Sutar dan cucunya bermama Hilal putra Sutikno yang berhasil selamat,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban lima orang meninggal, seekor kuda milik Sutar juga tidak bisa diselamatkan, karena tertimpa reruntuhan tanah dan bebatuan kapur.

Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian, perbukitan tanah kapur di belakang kelima korban meninggal sejak delapan tahun lalu ditambang untuk bahan bangunan. Sedangkan jarak pernukitan yang mengalami lonsor dengan tiga rumah warga yang tertimpa longsor hanya sekitar 10-an meter.

Akibatnya, saat terjadi longsor ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan dianggap tidak layak huni. Beberapa rumah warga yang lain juga ada yang berjarak cukup dekat dengan lokasi penambangan tanah kapur, sehingga membahayakan keselamatan penghuninya, karena ancaman bahaya longsor masih mungkin terjadi. Kematian Pungki, siswi kelas VIII SMPN 1 Sukolilo mengejutkan teman-teman sekelasnya.

“Kami sempat tidak percaya mendapat informasi dia meninggal karena terkena musibah tanah longsor,” ujar Wiwik Nur didampingi teman-temannya, ketika ditemui hendak melayat almarhum. Ia berharap, amal ibadah almarhumah diterima Allah dan dosa semasa hidup diampuni-Nya.

Sementara itu, puluhan personel TNI yang datang sejak pagi mulai melakukan evakuasi tiga rumah yang mengalami kerusakan. Sedangkan beberapa warga yang lain, sibuk mengguburkan hewan kuda yang tak terselamatkan di lahan sawah di desa setempat.

 

Ant/tya

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…