Selasa, 27 Oktober 2009 11:41 WIB Ah Tenane Share :

Lho kok sepi

2710ahtenaneKisah ini terjadi saat berlangsung acara parade band di sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Mojosongo, Solo. Jon Koplo, Tom Gembus dan tiga temannya yang mengusung grup Srabie Band mendapat giliran tampil kedua dari 15 grup band yang akan bersaing di acara itu.

Celakanya, pas giliran akan pentas, Jon Koplo, sang vokalis, belum datang lantaran kebanan di jalan, padahal grup band urutan pertama sudah tampil.
Tom Gembus pun meminta kebijaksanaan panitia untuk mengundur urutan pentasnya. Untung panitia mengabulkan kelompok Koplo cs tampil di urutan terakhir setelah bintang tamu.
Gembus pun segera menghubungi Koplo yang masih nongkrong di tambal ban.
”Halo, Plo. Tenang saja. Doamu terkabul. Kita akan tampil terakhir,” terang Gembus penuh semangat.
”Oke, Mbus. Giliran terakhir malah santai tur dijamin banyak cewek yang akan nonton,” kata Koplo sok tahu.
Setelah bintang tamu mulai memainkan lagu terakhirnya, Koplo dan Gembus cs yang dari tadi telah berada di belakang panggung mulai siap-siap pentas, sementara penonton terlihat masih memenuhi gedung pertunjukan.
”Hadirin sekalian, demikian tadi penampilan bintang tamu kita pada parade band kali ini. Dan perlu hadirin ketahui, setelah penampilan bintang tamu tadi, ternyata masih ada satu grup band lagi yang akan menghibur para hadirin. Untuk itu, marilah kita saksikan, inilah dia, penampilan dari Srabiiie… Baaand…!!!” teriak sang MC Lady Cempluk dengan penuh semangat.
Namun sayang, Cempluk terlambat naik ke panggung karena mengira sesudah bintang tamu tampil acara sudah selesai, sehingga mengakibatkan banyak penonton mulai meninggalkan tempat pertunjukan.
Tak ayal lagi, ketika Srabie Band tampil, gedung tempat parade tersebut sunyi sepi. Yang tinggal hanya para panitia dan suporter Srabie Band yang berjumlah 10 orang. Namun meski kecewa dengan situasi tersebut, Koplo cs tetap beraksi dengan menyanyikan lagu SKA milik TIPE-X.  Kiriman Wasis Suharsono, Jl Cisedane II No 8, RT 01/RW VI, Joyosuran, Solo.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…